Vote ga!🫵
—
Happy Reading
.
.
.
Setelah insiden hoodie tadi, mereka terus berjalan mengitari taman, menikmati suasana Minggu pagi yang masih segar. Jennie sesekali menyeruput jusnya, sementara Jisoo tetap berjalan di sampingnya dengan ekspresi seperti biasa—tenang dan datar.
Namun, Jennie tahu lebih baik.
Saat mereka melewati area jogging, ada sekelompok pria yang sedang beristirahat di bangku taman. Salah satu dari mereka melirik ke arah Jennie sebelum berbisik pada temannya, lalu tertawa kecil.
Jisoo yang berjalan di sebelah Jennie langsung mengetatkan rahangnya.
Jennie, yang menyadari perubahan kecil itu, melirik ke arah Jisoo dengan senyum geli.
"Jisoo-ya."
"Hm?"
"Kau mau tahu sesuatu?"
Jisoo tetap berjalan lurus, enggan menanggapi permainan Jennie pagi ini. "Apa?"
Jennie berhenti berjalan, membuat Jisoo otomatis ikut berhenti.
Lalu dengan tiba-tiba, Jennie menarik hoodie yang diberikan Jisoo tadi, melepaskannya dengan santai sebelum menyampirkannya di tangan. "Aku kepanasan."
Jisoo menatapnya dengan ekspresi tidak percaya. "Jennie."
"Apa?" Jennie berkedip polos.
Beberapa pria yang tadi duduk di bangku jelas-jelas kembali melirik ke arahnya.
Jisoo mengerutkan kening, lalu tanpa berpikir panjang, ia meraih pergelangan tangan Jennie dan menariknya menjauh dari tempat itu.
"Hei, hei! Kenapa kau tiba-tiba menarikku?" protes Jennie, tapi senyum usil masih melekat di wajahnya.
Jisoo tidak menjawab sampai mereka berhenti di tempat yang lebih sepi. Ia menatap Jennie dengan ekspresi tajam, lalu berkata dengan nada rendah, "Kau bisa memakai bajumu sendiri, atau aku yang akan memasangkannya untukmu."
Jennie mengangkat alisnya, bibirnya melengkung nakal. "Pasangkan untukku."
Jisoo berkedip sekali, lalu dua kali. "Apa?"
Jennie melangkah lebih dekat, membuat Jisoo refleks mundur setengah langkah. "Aku ingin kau memakaikannya untukku. Seperti yang kau lakukan tadi pagi."
Jisoo diam, menimbang pilihan. Kalau ia melakukannya, Jennie pasti akan semakin senang menggoda. Kalau tidak, Jennie mungkin akan melakukan sesuatu yang lebih keterlaluan.
Dengan desahan pasrah, Jisoo akhirnya meraih hoodie dari tangan Jennie dan mendekatkannya ke tubuh gadis itu.
Namun, sebelum Jisoo sempat memasangkannya, Jennie dengan cepat berjinjit dan mengecup pipi Jisoo sekilas.
Jisoo langsung membeku.
Jennie tertawa kecil. "Terima kasih, sayang."
Jisoo hanya bisa menghela napas panjang, sebelum akhirnya menyerah dan menarik hoodie ke atas kepala Jennie dengan sedikit kasar.
"Jangan macam-macam lagi," gumamnya.
Jennie hanya tersenyum puas.
Ini akan jadi hari Minggu yang panjang untuk Jisoo.
.
.
Siang itu, setelah selesai jogging dan sarapan, Jennie tiba-tiba punya ide.
"Ayo ke mall."
Jisoo, yang baru saja ingin duduk santai di sofa, menoleh dengan alis terangkat. "Apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[Must Choose] || [Jensoo]
Fanfiction⚠️ G×G Area 🚫 _____ "Sampai kapan kau akan tetap merahasiakan ini semua?" "Entahlah, aku tidak tahu" "Tapi kau harus memilih salah satu diantara mereka berdua!" "Apa salah jika aku ingin memiliki keduanya?" "Ck, kau sungguh gila Kim!" _____ 𝐖𝐚𝐫�...
![[Must Choose] || [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/261126348-64-k409990.jpg)