35

364 53 22
                                        

Happy Reading
.
.

Flashback on (kalau ada yang masi ingat bagian awal bab 12 mungkin pas baca flashback ini merasa ga nyambung sama flashback yang itu, tapi biar nyambung udah ku revisi kok yang di bab 12 hehe tapi gatau di wp kalian bakal kerevisi juga atau tetep yang lama ceritanya)

Langit sore mulai berubah jingga ketika suara bel pulang sekolah bergema dari gedung SMA Seoul. Para siswa berhamburan keluar, sebagian berseru kegirangan, sebagian lagi mengeluh tentang tugas yang menumpuk.

Di antara keramaian itu, seorang gadis berambut pirang keemasan yang diikat setengah, berjalan sambil tersenyum-Rosé. Di sampingnya, berjalan seorang gadis lain dengan ekspresi datar dan sedikit angkuh, seragamnya dikenakan dengan rapi, tetapi dengan gaya khas yang menunjukkan bahwa dia tidak peduli apa kata guru-Kim Jisoo.

"Jangan lupa. Nanti sore di taman belakang sekolah," kata Rosé lirih, sembari melirik ke sekitar dengan gugup.

Jisoo menyeringai. "Kamu yakin ingin sembunyi-sembunyi begini terus?"

Rosé mencubit lengan Jisoo pelan. "Ini bukan soal aku ingin atau tidak. Kamu tahu sendiri kakakku seperti apa."

Jisoo menghela napas, menatap langit. "Park Chanyeol... pria paling ditakuti di sekolah ini."

Rosé mencibir. "Dia tidak menakutkan. Dia hanya terlalu protektif."

"Terlalu," Jisoo menekankan.

Mereka berpisah setelah itu, masing-masing menuju arah yang berbeda. Tapi hati mereka tahu-mereka akan bertemu lagi nanti.
.
.
.

Suasana taman belakang sekolah selalu sepi. Pohon besar dengan akar menggantung dan semak-semak rimbun membuat tempat itu seperti dunia kecil yang tersembunyi.

Jisoo sudah tiba lebih dulu. Ia duduk di bangku kayu sambil memainkan ujung tali sepatunya, lalu mengangkat kepala saat mendengar langkah kaki yang dikenalnya.

"Chaengie," panggilnya pelan.

Rosé tersenyum, lalu menghampiri dan duduk di sebelah Jisoo. "Maaf, aku terlambat."

Jisoo menggeleng. "Tidak apa. Asal kamu tidak ketahuan oleh..."

"TIDAK KETAHUAN APA?!"

Suara berat itu memotong pembicaraan mereka. Dari balik semak, Park Chanyeol muncul-tinggi, tegap, dengan wajah serius yang membuat udara langsung mencekam.

"Oppa..." Rosé berdiri refleks.

"Pulang," kata Chanyeol tajam. "Sekarang."

"Tapi-"

"Pulang!"

Jisoo ikut berdiri, menahan diri agar tidak meledak. "Aku tidak berniat menyakiti adikmu."

"Aku tidak peduli apa niatmu. Aku sudah bilang, jangan dekat-dekat dengan Rosé," sahut Chanyeol, penuh amarah.

Rosé mencoba menenangkan kakaknya. "Oppa, dia tidak seperti yang kamu pikir. Kami hanya bicara."

"Di tempat tersembunyi seperti ini?!" Chanyeol melirik tajam ke Jisoo. "Jangan pura-pura polos."

Hari itu, Rosé dibawa pulang paksa. Jisoo hanya bisa menatap punggung mereka menjauh, dengan dada sesak. Ia tahu, ini tidak akan mudah.
.
.
.

Dua hari berlalu,

Hujan mengguyur jalanan malam itu. Jisoo berdiri di luar gerbang rumahnya, menggenggam ponselnya erat.

Dari Chaengie❤️: "Aku tidak tahan. Aku keluar. Tunggu aku di halte dekat toko buku."

[Must Choose] || [Jensoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang