Happy Reading
.
.
Malam itu, udara di sekitar halaman depan apartemen Rosé terasa cukup hangat, masih menyisakan aroma tanah basah setelah hujan yang turun pada sore hari. Di antara temaram cahaya lampu-lampu jalan, dua sosok berjalan perlahan menyusuri trotoar yang mengarah ke pintu masuk utama. Mereka—Rosé dan Jisoo—berjalan berdampingan, saling menggenggam tangan seperti sepasang kekasih yang enggan melepaskan satu sama lain.
Wajah Rosé terlihat bahagia. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya sejak mereka meninggalkan restoran kecil yang baru saja mereka kunjungi. Meski tempat itu sederhana, kehangatan yang tercipta di antara mereka menjadikan makan malam itu lebih berkesan daripada hidangan mewah mana pun. Sesekali, Jisoo melirik Rosé, memandangnya dengan sorot mata penuh kasih, seolah tengah menatap separuh jiwanya sendiri.
"Aku senang kamu bisa menikmati malam ini," ucap Jisoo seraya menggenggam tangan Rosé sedikit lebih erat.
Rosé menoleh dan menatap matanya. "Aku jauh lebih senang karena bisa menghabiskan waktu seperti ini bersamamu, Ji."
Mereka melangkah beberapa meter lagi menuju lobi apartemen ketika sebuah suara terdengar dari arah seberang jalan.
"Eh? Ji? Rosé?"
Rosé spontan menoleh, demikian pula dengan Jisoo. Seorang perempuan berambut cokelat terang dengan hoodie longgar dan celana santai menghampiri mereka sambil menuntun sepedanya. Wajah itu—Lisa.
"Lisa?" Rosé mengerjapkan mata, sedikit tidak percaya. "Apa kabar?"
Lisa tersenyum, meski senyuman itu tampak agak kaku. "Ya, aku baik. Kamu... benar-benar menghilang begitu lama. Ke mana saja selama ini? Jisoo bahkan hampir gila karena mu"
Rosé tertawa pelan dan menjawab dengan nada sopan. "Sulit dijelaskan. Tapi aku baru kembali dari Australia dua minggu lalu. Sekarang sedang mengurus beberapa hal di Seoul. Dan sekarang semuanya sudah kembali seperti dulu lagi" Rosé semakin mengeratkan pelukannya pada lengan Jisoo.
Lisa melirik singkat ke arah Jisoo yang berdiri tenang di samping Rosé. Tatapan mereka sempat bertemu, dan dalam detik singkat itu, ada ketegangan yang tidak bisa disembunyikan. Lisa tahu terlalu banyak—tentang Jennie, tentang Jisoo, dan apa yang tampaknya terjadi malam ini. Ia menyembunyikan keterkejutannya di balik senyum yang dipaksakan.
"Oh... kamu masih secantik dulu," ujar Lisa, berusaha mencairkan suasana.
Rosé tertawa kecil. "Kamu juga. Ngomong-ngomong, kamu sedang apa di sini?"
"Aku baru saja mengantar temanku. Tadi lewat jalan belakang, lalu lewat sini... eh, malah tidak sengaja bertemu kalian."
Jisoo akhirnya membuka suara, meskipun terdengar sedikit berat. "Kami baru selesai makan malam. Rosé belum sempat keluar apartemen sejak kemarin, jadi kupikir dia butuh udara segar."
Lisa mengangguk. "Ya, itu bagus. Kelihatannya kalian... bahagia."
Rosé tersenyum dengan wajah polos. "Aku memang bahagia. Rasanya seperti... aku mendapatkan kembali sesuatu yang hilang dari hidupku."
Lisa menelan ludah pelan. Di wajahnya tersimpan pergolakan yang hanya ia sendiri yang tahu. Tapi ia sadar, ini bukan saat yang tepat untuk menyinggung apa pun.
"Kalau begitu, aku pamit dulu, ya. Hati-hati pulangnya."
"Baik. Terima kasih, Lisa. Sampai jumpa," jawab Rosé dengan tulus.
Begitu Lisa berbalik arah dan berjalan cepat ke seberang jalan, ponsel Jisoo bergetar. Sebuah pesan masuk.
Lisa: Temui aku di café dekat taman samping apartemen Rosé. Sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Must Choose] || [Jensoo]
Fanfic⚠️ G×G Area 🚫 _____ "Sampai kapan kau akan tetap merahasiakan ini semua?" "Entahlah, aku tidak tahu" "Tapi kau harus memilih salah satu diantara mereka berdua!" "Apa salah jika aku ingin memiliki keduanya?" "Ck, kau sungguh gila Kim!" _____ 𝐖𝐚𝐫�...
![[Must Choose] || [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/261126348-64-k409990.jpg)