29

383 76 28
                                        

Happy Reading
.
.

Jennie melirik Jisoo yang berdiri di sebelahnya dengan koper kecil. Wanita itu tampak tenang, seperti biasanya, sementara Jennie sendiri masih setengah tidak percaya bahwa mereka benar-benar akan melakukan perjalanan ini bersama.

"Jadi, ini pertama kalinya kau ke Paris?" tanya Jennie, mencoba mencairkan suasana.

Jisoo mengangguk. "Iya."

Jennie mengerutkan dahi. "Jadi kau ngajak aku ke tempat yang bahkan belum pernah kau kunjungi sendiri?"

Jisoo menoleh ke arahnya dengan senyum tipis. "Aku mau mengalami semuanya bersamamu."

Jennie membeku sejenak. Kalimat itu begitu sederhana, tapi caranya mengatakannya terasa... istimewa.

"Tch," Jennie berdeham, mencoba menutupi rasa gugupnya. "Kalau begitu, jangan buat aku kecewa di sana."

Jisoo hanya mengangkat bahu.

Mereka naik ke pesawat, duduk berdampingan di kelas bisnis. Jennie tidak bisa menahan senyum puas saat melihat tempat duduk mereka yang nyaman.

"Bagus juga, ternyata kau tidak pelit."

Jisoo meliriknya. "Aku tahu kau tidak suka penerbangan panjang yang tidak nyaman."

Jennie menoleh, kali ini benar-benar menatap Jisoo. "Kau tahu?"

Jisoo menoleh juga, mata mereka bertemu. "Aku selalu memperhatikan."

Jennie menelan ludah, mendadak merasa panas.

Pesawat akhirnya lepas landas, dan penerbangan berlangsung dengan tenang—sampai sesuatu terjadi di tengah malam.

Turbulensi.

Pesawat sedikit berguncang, awalnya ringan, tapi kemudian semakin kuat. Lampu tanda sabuk pengaman menyala, dan suara kapten pesawat terdengar dari speaker, meminta semua penumpang tetap tenang.

Jennie menegang, jemarinya mencengkeram sandaran kursi.

Jisoo, yang duduk di sebelahnya, melirik. "Takut?"

Jennie mendengus kecil. "T-tentu tidak!"

Namun, begitu pesawat kembali terguncang cukup keras, Jennie tanpa sadar meraih tangan Jisoo dan menggenggamnya erat.

Jisoo terdiam, lalu tanpa ragu menggenggam balik tangan Jennie, jempolnya mengusap punggung tangan wanita itu dengan lembut.

"Tidak apa-apa," ucap Jisoo dengan suara rendah.

Jennie menoleh dan melihat wajah Jisoo dari dekat—tenang, stabil, dan penuh keyakinan.

Turbulensi akhirnya mereda, tapi Jennie masih belum melepaskan genggamannya.

Ketika dia sadar, dia buru-buru menarik tangannya dan berdeham. "Jangan bilang apa-apa."

Jisoo tersenyum kecil. "Aku tidak bilang apa-apa."

Jennie merengut, sementara Jisoo kembali menatap layar hiburan di depannya, seolah tidak terjadi apa-apa.
.
.

Begitu mereka sampai di Paris, Jennie langsung dibuat kagum dengan keindahan kota itu. Jalanan berbatu, bangunan klasik, aroma roti yang baru dipanggang dari kafe-kafe kecil—semuanya terasa seperti mimpi.

"Jisoo, lihat itu! Louvre!" Jennie menunjuk ke arah museum terkenal itu dengan semangat.

Jisoo tersenyum kecil, menikmati melihat Jennie yang begitu bersemangat. "Mau masuk?"

"Tentu saja!"

Mereka menghabiskan hari pertama dengan menjelajahi museum, berjalan di sepanjang Sungai Seine, dan menikmati makan malam di sebuah restoran kecil dengan lilin-lilin yang berpendar hangat.

[Must Choose] || [Jensoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang