25

362 77 10
                                        

Lanjutan bab yang 24 kek ga nyambung gitu ga si sama bab sebelum²nya? Kek tiba-tiba gitu ajaa iya ga sii??? Kek dipaksa banget gitu alurnya😓
Tolong jawab dengan jujur guys🥹☝️

Efek kelamaan dianggurin ni cerita🫠

Dah lah

Happy Reading
.
.
.

Siang itu, Jisoo hampir bisa menikmati waktu istirahatnya dengan tenang. Hampir.

Ia sedang duduk di ruangannya, mencoba fokus membaca laporan keuangan, ketika ponselnya bergetar di meja. Dengan satu tangan, ia meraihnya dan melihat nama yang tertera di layar: Jennie.

Jisoo menghela napas, sudah menduga bahwa gadis itu pasti merencanakan sesuatu. Dengan sedikit ragu, ia mengangkat panggilan itu.

"Halo?"

"Jisoo-yaaaa~" suara Jennie terdengar ceria di seberang sana, terlalu ceria untuk sesuatu yang tidak mencurigakan.

Jisoo mengusap pelipisnya. "Apa maumu?"

"Kenapa kau langsung menuduhku punya maksud tertentu?" Jennie pura-pura tersinggung. "Aku hanya ingin bertanya... Kau ingin makan siang apa?"

Jisoo melirik jam di dinding. Masih ada waktu sebelum meeting berikutnya. "Aku bisa memesan sendiri."

"Ohh, jadi kau menolak makanan yang kubuat dengan sepenuh hati?" Jennie mendramatisasi suaranya, seakan benar-benar tersinggung.

Jisoo menutup mata, menghembuskan napas panjang. "Baiklah, terserah. Aku makan apa saja."

"Bagus! Tunggu saja, aku akan mengantarnya langsung ke kantormu."

Sebelum Jisoo bisa membantah, Jennie sudah menutup telepon.
.
.

Satu jam kemudian, Jisoo menyesali keputusannya.

Ia baru saja keluar dari ruang meeting ketika seorang staf menghampirinya dengan wajah bingung. "CEO-nim, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Dia bilang dia membawa makan siang untuk Anda."

Jisoo sudah bisa menebak siapa pelakunya.

Benar saja, ketika ia tiba di lobi, Jennie sedang berdiri di sana dengan santai, mengenakan dress sederhana yang membuatnya terlihat sangat tidak seperti seseorang yang hanya ingin mengantarkan makanan.

Jennie mengangkat kantong kertas di tangannya sambil tersenyum. "Surprise~"

Jisoo mendengus, tapi akhirnya berjalan mendekat. "Kau tidak perlu datang ke sini hanya untuk ini."

"Tapi aku ingin," Jennie menyahut ringan, lalu menyerahkan kantong itu. "Lihatlah. Aku membuat bulgogi dan beberapa side dish spesial."

Jisoo mengambilnya dengan sedikit ragu. "Kau benar-benar tidak perlu repot-repot."

Jennie mendekat sedikit, menatapnya dengan penuh arti. "Aku senang melakukannya untukmu."

Jisoo merasakan sedikit kegugupan di dadanya, tapi ia buru-buru mengalihkannya dengan berdeham kecil. "Baiklah. Terima kasih."

Jennie tersenyum puas. "Bagus. Kalau begitu, aku pergi dulu—"

Namun, sebelum ia sempat berbalik, seseorang di sekitar mereka berbisik dengan nada tertahan:

"Siapa wanita itu? Kenapa CEO Kim bersikap lembut padanya?"

"Pacarnya, mungkin?"

Jisoo mendengar itu dan langsung mengusap wajahnya. Jennie, di sisi lain, hanya tersenyum lebih lebar.

"Dengar itu, Jisoo-ya? Mereka mengira aku pacarmu," gumamnya dengan nada menggoda.

Jisoo mendelik padanya. "Jangan mulai."

[Must Choose] || [Jensoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang