h a p p y r e a d i n g
— — —
Cassa melangkah ringan di sepanjang koridor sekolah. Sesekali kaki jenjangnya itu melompat-lompat kecil menandakan bahagianya ia saat ini.
Tentu saja kebahagiaan itu adalah palsu. Cassa tak pernah bahagia, sedikit pun tidak pernah.
Namun, karena ia di sekolah ada aca, gadis yang dikenal periang, menyebalkan, dan heboh, itulah sebab nya cassa harus berpura-pura bahagia.
Langkah santainya itu terhenti, kala seorang gadis yang paling cassa benci menghadang jalannya.
"Senang kan lo gue putus sama javier?" Tanya aluna dengan wajah yang sengaja ia ekspresi kan seakan menantang cassa.
Cassa tersenyum tipis. "Senang, soalnya semenjak kalian putus, javier jadi makin perhatian sama gue." Tuturnya semakin membakar rulung hati aluna.
"PELAKOR!" Teriak Aluna membara.
"Pelakor, pelakor, kaya udah nikah aja." Bola mata cassa bergulir ke kanan dan kiri, membuat ekspresi semenyebalkan mungkin di mata Aluna.
"Lo pikir, selama ini gue takut sama Lo hah? Gak sama sekali aca. Keluarga gue donatur ketiga di sekolah ini!" Tutur aluna menyombongkan dirinya.
"Oh iya? Congrats deh kalau gitu, karna berhasil jadi donatur ketiga. Besok-besok kalau keluarga lo jadi donatur pertama di sekolah, gue beliin Lamborghini deh." Cassa melangkah pergi, dengan sengaja menubruk pundak Aluna dengan pundaknya.
Aluna terkekeh. "Lamborghini? Kaya mampu aja lo, hidup lo aja masih di tanggung keluarga javier."
Langkah cassa sontak terhenti, gadis itu berbalik dan menajamkan tatapannya membuat Aluna yang melihatnya seketika mematung.
Tatapan cassa seolah menghipnotis dirinya.
"Lo mau di rawr ya?" Tanya cassa mengangkat tangannya, berekspresi seperti singa yang akan memanggsa targetnya.
Melihat itu aluna tersadar, gadis dengan banyak gaya itu berdecih dan melangkah kesal meninggalkan cassa.
"Gak tau aja dia, gue kalau rawr orang kaya mana." Gumam cassa menarik sekilas sudut bibirnya, tersenyum miring membayangkan dirinya mencabik-cabik tubuh Aluna.
Astaga!
Cassa menggeleng kan kepalanya, berusaha menyadarkan dirinya sendiri.
Karna sudah beberapa minggu lebih tinggal dengan deon dan sang kakek, kepribadian cassa pun makin lama makin tak terkendali.
Kedua cowok yang tinggal satu atap dengan nya itu selalu mengajarkan nya hal-hal gila tentang pembunuhan.
— ⛓️ —
Lingga meletakkan tubuh cassa yang tak sadarkan diri di atas brankar UKS.
Lagi dan lagi cassa ber akting pingsan saat guru sedang pidato di lapangan.
Namun saat melihat gerak geris Cassa, lingga yakin, gadis itu beneran pingsan kali ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Aksi"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)