28 | TERSIKSA

3.5K 147 2
                                        

h a p p y r e a d i n g

.
.
.
.

Di sebuah ruangan bernuansa dark dan di hiasin banyak poster-poster sport terdapat seorang pemuda yang tengah tertawa geli mendengar penunturan seorang pemuda lainnya di hadapannya.

"Deon, dulu kita dekat, dulu kita sahabat dan dulu gue gak pernah minta apapun sama lo, jadi sekarang gue mohon, terima permintaan gue." Ujar seorang pemuda di hadapan deon.

Deon berdecih. "Lo masih gue anggap sahabat aja itu udah sebuah keberuntungan. Jadi jangan gak tau diri buat minta sesuatu sama gue." Tutur deon.

Pemuda di hadapannya menarik nafas kasar sembari mengambil satu putung rokok.

"Gue mohon, terima javier. Dia benar-benar udah jatuh hati sama adek lo, deon." Tutur nya seraya menyalakan putung rokok miliknya.

Deon terkekeh geli. "Gak ada orang yang jatuh hati setelah dia nyakitin seseorang itu."

"Ada, Javier buktinya. Walaupun dulu dia suka nyakitin adek lo, tapi yang dulu dia sakiti itu aca, bukan cassa. Javier gak pernah sekalipun suka sama kepribadian lain adek lo dan sekarang dia tertarik sama cassandra." Balasnya.

Deon berdiri dari duduknya, mendekati lawan bicaranya itu dan berdiri di hadapan pemuda yang masih dalam keadaan duduk itu.

"Cakra.. mau siapapun yang dulu javier sakiti, mau dia kepribadian lain adek gue atau bukan. Dia tetap nyakitin cassandra, dia nyakitin mental dan fisik Cassa walaupun gue tau kalau cassa kuat melebihi apapun." Tutur deon penuh penekanan.

"Dan gue, benci seseorang yang nyentuh secara kasar adek gue." Tambahnya.

Deon terdiam sejenak hingga tak lama sebuah senyum miring terbit di bibir nya.

"Gue mulai muak dengar nama dia terus-menerus. Semenjak Cassa pulang, gue selalu berdebat dengan topik cowok itu terus-menerus. Dan sepertinya, nyawa seseorang harus kita akhiri lagi malam ini." Tutur Deon pelan, hingga terdengar seperti bisikan ancaman.

Pemuda yang mendengar penunturan terakhir deon pun sontak berdiri, menatap tajam deon yang dulunya adalah sahabat nya.

"Lo sentuh anggota gue, jangan harap cassa bisa tenang la deon." Desisnya.

Deon tersenyum menantang, menatap remeh ketua calaveras di hadapannya.

"Gue tau sejauh mana kekuatan lo Cakra.. lo gak seberani itu buat nyakitin princess nya altair.." Tutur deon terdengar seperti hinaan.

Cakra terdiam tak bergeming. Deon benar, Cakra tak memiliki keberanian untuk menyakiti cassandra.

— ⛓️ —

Javier meringis menahan sakit yang menyerang kaki nya.

Perlahan javier menoleh, menatap motor sport nya yang telah hancur berserakan.

"Waktu sama aca lo kelihatan kaya cowok angkuh ya jav. Sekarang sama cassandra lo kelihatan kaya cowok lemah. Seolah-olah cassandra lebih dominan daripada lo yang berstatus cowok." Tutur rajash.

Javier mendongak kala mendengar penunturan tersebut.

"Gila." Desis javier seraya berusaha bangkit walaupun sakit terus menyerang bagian kaki nya.

Bruk!

Baru saja berhasil berdiri, javier harus terjatuh mengenaskan lagi di aspal ketika vino tanpa berperasaan menendang kaki nya yang terluka.

JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang