h a p p y r e a d i n g
Baru saja tiba di sekolah, aca harus dibuat penasaran pasalnya seluruh siswa siswi terus berbisik-bisik sembari menatap nya seolah olah mereka tengah membicarakan dirinya.
Sudah biasa sebenarnya dibicarakan seperti ini bagi aca, namun ketika berjumpa dengan seorang siswi yang tiba tiba menanyai kabar nya dan Airin tentu saja rasa penasaran tersebut langsung memuncak.
"Lo kenal mama javier?" Tanya aca tanpa basa basi pada seorang siswi di hadapan nya.
Siswi itu tertawa pelan.
"Kalau sekarang belum sih. Makanya aku mau kamu ngedekatin aku sama mama javier." Ujarnya terlihat malu-malu.
"Buat apa gue harus ngelakuin hal itu? Gak berguna." Ujar aca hendak meninggalkan gadis tersebut.
"Tolong banget. Nanti aku balas deh kebaikan kamu." Siswi itu menahan lengan aca, mengelusnya sembari memohon mohon pada aca.
"Sekali lagi pertanyaan gue. Buat apa?"
Siswi itu tersenyum simpul. "Javier minta aku buat makin dekat sama mamanya. Soalnya sekarang kan, javier pacar aku." Ujarnya di akhiri bisikan malu.
Aca spontan menatap siswi itu tajam. Yang benar saja?
"Lo pacar javier?" Tanya aca memastikan.
Siswi itu mengangguk. "Awalnya agak sulit sih mau dekat sama tante airin, tapi aku langsung ingat kamu kan dekat banget sama dia. Jadi aku butuh bantuan kam—."
"Ternyata selera javier serendah ini ya." Bisik aca membuat ucapan siswi tersebut terhenti.
Aca menepis pelan lengan siswi itu yang memeganginya kemudian berjalan memasuki kelas nya sendiri.
Sekarang aca yakin, para murid pasti menceritakan nya tentang cinta nya dengan javier yang tak pernah terbalas, pasal nya kini javier telah memiliki kekasih baru.
"Rendah banget selera lo javier. Padahal ada spek berlian yang ngejar ngejar lo disini." Gumam aca terlihat begitu badmood di meja nya, tak memperdulikan berbagai tatapan dari murid dikelasnya.
———
Sudah berapa kali javier mengucap kan kata penyesalan dalam benaknya.
Seharusnya ia tak perlu repot-repot melakukan saran teman geng nya, Calaveras.
Anggota Calaveras menyarankan nya untuk mencari pacar demi menghindari kejaran maut aca.
Namun bukannya terhindar dan aman, javier justru harus menghadapi pacar barunya yang manja nya minta ampun.
"Gue salah milih cewek. Bukannya makin aman, si aca pasti makin permaluin gue anjing." Batin javier melirik kanan kirinya berharap tak menemui aca.
"Enak ya, sekarang udah punya pacar. First girlfriend pula."
Javier mematung mendengar suara itu. Suara yang sedari pagi dirinya hindari. Bukan sedari pagi saja, tapi selamanya ia hindari.
Perlahan, javier berbalik melihat wajah aca yang telah tersenyum sumringah di hadapannya.
"Selain bodoh tentang pelajaran, lo ternyata juga bodoh tentang cinta ya jav." Ujar aca membuat javier menggeram kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Action"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)