h a p p y r e a d i n g
— ⛓️ —
Javier menghela nafas kasar. Dirinya sudah berbolak balik mencari posisi tidur yang tepat.
Namun sejak tadi, javier tak kunjung tertidur. Pikirannya terus mengarah pada ucapan airin.
Airin bilang, jika deon bukanlah pacar aca. Airin juga bilang padanya, aca hanya menunggu dirinya, menunggu javier membalas perasaan nya.
Jika bukan pacar, mengapa deon membela aca hingga segitunya? Hingga memukulinya, membabi buta seluruh anggota calaveras.
Padahal yang javier tahu, deon adalah orang yang tidak peduli sekitar. Bahkan tentang kekalahan balapan, deon tak peduli, yang penting dirinya terhibur.
Javier melirik ke sudut ruangan, melihat airin yang tengah bertelepon sejak tadi.
Raut wajah airin yang terlihat khawatir membuat rasa penasaran javier memuncak.
Tak lama, sesi telpon itu berakhir.
Javier dapat melihat airin menghela nafas kasar, wanita itu menatap lama ponselnya.
"Kenapa ma?" Tanya javier berharap sang mama menjawab.
"Gapapa sayang." Airin berdiri, berjalan menghampiri javier.
"Kamu belum tidur? Udah malam ini." Airin menarik selimut javier hingga ke sebatas dada cowok itu.
"Mama telponan sama siapa?" Tanya javier masih dengan rasa penasaran nya.
Airin hanya diam. Membuat lagi lagi rasa penasaran sang putra bertambah.
"Javier.." panggil airin lirih.
"Mama gak tau apa yang selalu kamu lakukan sama aca. Aca gak pernah cerita apapun tentang keadaan dia, aca gak pernah cerita apa yang selama ini kamu lakukan di luaran sana. Tapi mama sama papa yakin, kalian ada sesuatu. Mama yakin kamu ngelukai aca tanpa sepengetahuan mama dan papa."
"Ma—" Javier hendak membela diri, namun terhenti ketika airin kembali berujar.
"Deon, anak itu sampai melukai kamu seperti ini, bahkan mungkin kamu bisa mati di tangannya buat Mama yakin, kamu ngelukai aca."
"Jujur sama mama javier. Kamu apain aca? Kamu ngomong apa sama aca? Kamu pacaran sama aluna saja itu sudah menyakiti hati aca javier. Lalu apalagi yang kamu lakukan di luar sana hah? Kamu lupa? Mama sama papa pernah bilang, dekatin aca, jagain dia, karena saat kalian lulus nanti, mama dan papa mutlak bakal nikahin kalian berdua." Tutur airin panjang lebar.
"Mama gak bisa kaya gini, mama gak bisa maksa in kehidupan javier." Balas javier pelan.
"Javier. Mama juga gak mau maksain kamu, tapi ini demi masa depan kamu. Mama yakin sama aca. Bukan cuman itu, mama juga udah janji sama mendiang orang tua aca, mama janji buat nyatuin kalian. Mama mohon javier, kali ini aja, turuti kemauan mama." Airin menggenggam tangan javier.
"Ma, javier benci aca. Javier gak suka dia." Lirih javier.
"Javier, mama gak mungkin ingkarin janji mama sama orang tua aca."
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Action"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)