h a p p y r e a d i n g
.
.
.
.
.
Cassa tak dapat menahan senyum nya sejak tadi.j
Sebab kini, ia tengah berada di jok belakang motor javier, dengan javier yang ada di hadapannya, mengendarai motor sport miliknya dengan kecepatan sedang.
Jangan tanyakan seberapa berbunga-bunga nya hati cassa saat ini karena saat ini, cassa bukan lagi berbunga-bunga, ia rasa jantung dan hatinya akan segera meledak.
"Stop senyum-senyum. Gue takut liatnya." Tutur javier sedikit mengeraskan suara nya agar cassa yang ada di belakang mendengar nya.
Cassa mengulum senyum nya. "Gak bisa berhenti senyum. Soalnya lagi salting brutal." Jawab nya membuat javier mendengus dari balik helm nya.
"Masalahnya senyum lo serem." Tutur javier sekali lagi.
"Wajar, gue adeknya deon. Liat aja deon kalau senyum kayak mana? Serem kan." Balas Cassa terkekeh sejenak.
Javier tak lagi menyahut.
Javier hanya berbohong. Senyuman gadis itu sama sekali tak menyeramkan, justru di mata javier kali ini senyuman itu berbeda. Senyuman itu benar-benar memancarkan kebahagiaan.
Sejenak javier tersenyum simpul dari balik helm nya.
Jika dulu ia marah dan kesal, justru sekarang ia bahagia, karena ia adalah salah satu kebahagiaan gadis malang yang selalu di kendalikan kakeknya nya itu.
Javier menggeleng kan kepalanya pelan, berusaha sadar atas apa yang baru saja ia pikirkan.
'Jangan kaya gini jav, jangan biarin lo nulan ludah lo sendiri' batin javier.
"Kita mau kemana jav?" Tanya Cassa.
Tak ada sahutan sedikitpun, membuat cassa mendengus kesal.
"Ngomong satu kata gak bakal bikin lo mati." Tutur cassa.
Lagi dan lagi tak ada sahutan, semakin membuat kekesalan cassa menaik.
Dan kaca spion, javier dapat melihat ekspresi menggemaskan gadis itu.
Sejenak javier tersenyum tipis, ia benar-benar suka gadis itu yang saat ini.
Cassandra. Ia suka cassandra, bukan aca.
Tekan kan itu.
Sibuk melirik bergantian jalanan di depan dan kaca spion yang menampilkan wajah kesal cassandra, secara tiba-tiba, suatu hal membuat javier tersentak kaget hingga membuat motor sedikit oleng.
"Lo ngapain anjing?" Tanya javier sedikit keras.
Cassa menyengir lucu. Gadis itu tanpa merasa bersalah memeluk pinggang javier dari belakang.
"Biar gak jatuh." Alasan cassa membuat javier mendengus.
"Lepas. Alergi gue di peluk cewek." Tutur javier memelankan kecepatan motornya.
"Berarti di peluk mama airin alergi ya?" Tanya cassa membuat javier terdiam.
"Itu beda lagi!" Sewot javier justru membuat gadis di belakangnya tertawa.
"Gak bakal di lepas sampai kita sampai. Gak usah banyak bacot jav. Jalan aja. Pelukan gue kan gak ganggu lo." Tutur cassa.
'Pelukan lo ganggu anjing. Ganggu hati gue yang berdebar-debar.'
— ⛓️ —
Cassa turun dari motor, kemudian melepaskan helm nya dan memberikan nya pada javier.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Aksi"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)