.
.
.
.
Kebiasaan gak ninggalin jejak.
Kebiasaan gak vote dulu.
Kebiasaan gak follow.
Jadi mikin malas up :(
Padahal matanya sampe ratusan ribuan, tapi yang vote mentok-mentok 50.
Ayo tinggal kan jejak kalian.
.
.
.
.
— h a p p y r e a d i n g —
.
.
.
.
Cassa melambaikan tangannya kala javier berlalu pergi dari perkarangan mansionnya.
Cassa baru saja pulang di antar javier setelah tadi siang bermain di wahana permainan dan mendapatkan sebuah drama sedikit.
Setelah javier tak lagi terlihat oleh pandangan nya, Cassa berbalik, melangkah kan tungkai kakinya memasuki mansion.
Setiba nya di dalam, Cassa langsung di suguhkan dengan keberadaan deon dan pratama yang tengah duduk di sofa seraya menatapnya.
"Ternyata javier matre. Giliran udah tau latar belakang lo dia ngebet pengen dekat lo lagi." Tutur deon memancing kekesalan cassandra.
Cassandra menoleh, menatap tak percaya abangnya itu.
Berani sekali deon mengatakan pujaan hati nya seperti itu.
"Ngomong sekali lagi." Desis cassandra melangkah mendekat pada abangnya.
Deon berdecih, melirik sinis sang adik. "lo buta cassa. Cowok itu bikin lo buta." tutur deon.
Cassa menarik kasar kerah deon, membawa cowok itu berdiri seketika.
"Gue selalu bilang, jangan campurin urusan gue." Desis Cassa lagi.
Deon menajamkan tatapannya. Cowok itu juga kesal setengah mati saat ini karena untuk yang kesekian kalinya, cassa membela cowok lain daripada keluarga nya sendiri.
Padahal menurut deon, ia benar. Javier itu matre.
Coba saja javier tidak tau tentang latar belakang cassandra, pasti sampai saat ini cowok itu masih setia memaki-maki adiknya.
"Javier dan sekeluarga nya gila. Mereka ngerubah lo. Mereka buat lo jadi sebrengsek ini sama keluarga lo sendiri cassandra." Tutur deon kembali mengulangi ucapannya yang telah ia ucapkan berkali-kali sedari kemarin..
"LA DEON!" Bentak cassandra semakin mengeratkan cengkraman nya pada kerah baju deon.
"Lo mau kita berantam lagi karena cowok itu lagi? Semakin kita renggang kaya gini karena dia, semakin gue yakin, javier adalah pengaruh buruk buat lo." Tutur deon.
Cassandra tak menyahut. Cengkraman di kerah deon semakin kuat.
Pratama yang merasa suasana semakin mencekam karena amarah cucu bungsu nya itu pun mendekat, menarik cassandra menjauh dari deon.
"Jangan lampiaskan amarah mu ke saudara mu cassandra. Pergi kebawah, siksa semua orang yang ada di dalam jeruji besi sana." Tutur pratama membuat cassandra mengalihkan pandangannya pada dirinya.
"Buat apa gue ngelampiasin emosi gue ke orang lain kalau orang yang buat gue emosi aja ada di hadapan gue sekarang." Balas cassandra.
"Gue gak bakal semarah ini kalau dia gak bawa-bawa javier, apalagi keluarganya. Dari awal gue selalu bilang, stop ikut campur urusan gue. Kalian boleh perintahin gue apapun itu asal jangan berhubungan dengan keluarga javier, kalian boleh memperlakukan gue sesuka hati asal jangan menyangkut pautkan nyawa gue." Tutur cassandra terdengar tulus.
Deon tersenyum kecut mendengar penunturan itu. "Mereka nyawa lo? Orang yang gak sedarah daging sama lo itu nyawa? Lalu kami apa, cassandra?"
"Kalian hama, yang sialnya memiliki hubungan darah sama gue." Balas cassandra.
Plak!
Untuk yang pertama kalinya, deon menampar pipi sang adik.
Melayangkan tangan kasar nya pada pipi kanan mulus cassandra.
Membuat pipi putih itu seketika memerah dan meninggalkan bekas telapak tangan deon.
Cassandra diam tak bergeming setelah mendapatkan tamparan itu, bukan sekali dua kali ia merasakan tamparan, sebab dulu javier sering melayangkan tangan nya pula pada pipi cassandra namun saat ini, rasanya sakit.
Cassandra belum pernah di sakiti secara fisik oleh keluarga nya sendiri, dan kini saat telah merasakan, rasanya sakit.
Plak!
Setelah cukup lama berdiam, secara mendadak cassandra mendongak dan membalas tamparan deon.
Wajah deon bahkan sampai oleng ke samping usai mendapatkan tamparan tak terduga dari adiknya itu.
Hati cassandra memang sakit, namun bagaimana pun, tidak ada prinsip kalah di diri cassandra.
Seseorang yang melawannya, harus ia kalahkan. Seperti javier, calaveras dan murid di sekolah nya yang tak pernah menang saat beradu bacot dengannya.
Cassandra selalu menang. Sekali lagi, Gadis itu benar-benar seorang ratu.
Pratama yang tadinya hendak memarahi deon sebab bermain tangan pada cassandra sontak ikut terdiam setelah cucu perempuan nya itu justru membalas tamparan deon tak kalah sadis.
"Jika sudah begini, lanjutkan saja. Jangan lupa saling menodongkan pistol." Tutur pratama seraya berbalik, berjalan meninggalkan kedua cucunya itu.
ia malas melerai jika sudah bertengkar seperti itu. Biarkan saja kedua cucunya itu.
Lagi pula, Pratama yakin, mereka berdua tak akan saling menyakiti sampai berlebihan seperti yang dipikirkan.
Pratama yakin, keduanya saling sayang sebagai adik kakak.
Namun ego cassandra terlalu tinggi. Gadis itu hanya memperdulikan dirinya agar bisa bebas dari keluarga gila ini tanpa memikirkan abangnya yang selalu melindungi nya dari keluarga mereka sendiri.
Deon tau, Cassandra tak mau terlalu masuk dengan komunitas dan segala hal tentang keluarga mereka.
Tapi deon tak bisa apa-apa, semua telah di atur pratama.
Yang deon bisa lakukan adalah melindungi adiknya itu.
Dari segala hal yang dapat menyakiti nya, termasuk javier yang selalu menyakiti adiknya.
Setelah pratama pergi, cassandra pun berlalu pergi, melangkah cepat menuju kamarnya menaiki tangga.
"Mood gue yang awalnya bagus karena javier langsung hancur karena satu pasien rumah sakit jiwa." Gumam cassandra.
Deon berbalik, menatap cassandra yang melangkah begitu cepat menaiki anak tangga.
"Sekali lagi lo kayak gini, javier beneran gue bantai." Tutur deon.
Cassandra tak menyahut, langkahnya semakin cepat menaiki anak tangga yang sialnya masih banyak anak tangga lainnya yang harus ia lewati.
Jika tau begini seharusnya ia naik lift saja tadi.
— to be continued —
.
.
.
.
.
Follow Instagram
@naadaablas.wp
Jangan lupa komen. Dan vote.
Satu kata buat deon !
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Acción"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)