h a p p y r e a d i n g
.
.
.
.
.
Malam ini markas arogas di penuhi kebahagiaan.
Banyak botol alkohol yang telah habis berserakan dimana-mana.
Putung rokok pun turut berserakan di setiap sudut denah markas Arogas.
Bahkan kini markas itu tak layak disebut sebagai tempat makhluk hidup karena bentuknya yang seperti kapal pecah.
"Jarang-jarang kita party kaya gini yon." Tutur rajash yang tampak masih sadar dari pengaruh alkohol.
Deon tersenyum miring mendengar penunturan rajash.
"Party ini karena sekarang cassa tau seberapa nekat gue demi dirinya." Tutur deon.
Vino yang berada tepat di sebelah deon sontak menggeleng kan pelan kepalanya tak habis pikir.
"Lo pikir dengan kematian lingga cassa bakal tunduk? Lingga bukan siapa-siapa buat cassa jadi kayaknya dia gak bakal ambil pusing sama perginya lingga. Lagian lo kan tau gimana kerasnya cassa. Kalau dia punya satu pendirian ya pasti seterusnya dia bakal kekeh sama pendirian dia itu tanpa terpengaruh sama perkataan orang lain." Ujar vino cukup mengganggu deon.
"Kalau dia gak gentar sama tingkah gue. Demi apapun gue bakal langsung bunuh javier."
Deon mendadak terkekeh merasa lucu dengan ucapan nya sendiri.
"Gue gak pernah kaya gini sebelumnya. Kalau mau bunuh orang yang tinggal bunuh, sekarang gue malah takut buat ngambil langkah." Tutur deon jujur.
Vino dan rajash yang mendengar penunturan deon pun hanya dapat menarik nafas kasar.
Semenjak cassa kembali ke dekapan mereka, mendadak banyak hal yang terjadi.
Seharusnya dari awal biarkan saja cassa bahagia sama kehidupan yang katanya bebas itu. Tidak perlu memaksa nya untuk kembali pulang meninggalkan kebahagiaan nya saat menjadi seorang aca.
Arogas menyayangi cassa, mereka ingin cassa kembali ke dekapan mereka namun jika tau ujungnya seperti ini, lebih baik arogas merelakan cassa bahagia menjadi aca di luar sana.
Semua sudah diluar batas dan kematian pertama sudah terjadi karena protektif nya seorang deon.
Mungkin kah nanti terjadi kematian lain lagi?
— ⛓️ —
"Kenapa?" Tanya deon to the point ia telah berada tepat di sebelah Arsen.
Arsen yang mendengar sebuah suara pun menoleh.
Manik tajam nya itu melirik penuh kesinisan wajah deon.
"Kenapa anjing?" Kesal deon kala melihat tatapan sinis itu.
"Lo yang kenapa!" Sentak Arsen.
Raut wajah penuh kekesalan tercetak jelas di wajah tampan seorang arsen.
"Gue kenapa?" Tanya deon seperti orang bodoh.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]
Action"Gak usah ngancurin hidup gue." - Javier nalendra Aditya. "Gue gak nyakitin lo, jadi kenapa lo hancur?" - Cassandra Zahra Aqila. "Dengan adanya lo di hadapan gue, itu sama aja ngehancurin hidup gue." - javier nalendra Aditya. ••••••• Javier itu luk...
![JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/356977038-64-k854258.jpg)