31 | PEMBUNUHAN

3.3K 145 6
                                        

h a p p y r e a d i n g

.
.
.
.
.


"Maaf cassandra, tapi lo milik gue malam ini dan selamanya."

Dor!

Cassandra memejamkan matanya kala cipratan darah mengenai wajahnya.

Sementara lingga memekik kesakitan di atas tubuh cassandra.

Cowok itu turun dari tubuh cassandra dan memakai pakaian nya kembali secara asal sembari terus merintih kesakitan di bagian lengannya.

Bugh!

Sebuah bogeman mentah lingga dapatkan saat baru selesai memakai pakaian nya sendiri.

"LA DEON!" Teriak lingga berusaha menghentikan pergerakan deon.

"BRENGSEK! LO NGOTORIN ADEK GUE ANJING!" Teriak deon murka.

Deon mengambil kembali pistol nya dan menodongkan nya pada kepala lingga membuat cowok tersebut meneguk kasar ludahnya takut.

"D-deon.. gue gak bermaksud.." Tutur lingga penuh hati-hati.

Sementara di pintu yang sudah hancur akibat dobrakan deon terdapat anggota arogas yang baru saja tiba dengan panik saat mendengar sebuah tembakan dari lantai bawah.

Pandangan yang tadinya menatap panik deon yang tengah menodongkan pistol nya pada lingga kini beralih menatap cassandra yang terikat di kasur dengan keadaan tak tertutupi sehelai benang pun.

Melihat itu, para anggota arogas sontak memejamkan matanya dan menunduk, membiarkan arsen seorang diri mendekat pada cassandra.

Arsen membuka jaket kulit hitam berlogo arogas miliknya dan meletakkan nya di atas tubuh cassandra, bermaksud menutupi aset gadis itu.

Cassandra yang merasakan sebuah kain menyentuh kulit nya pun kini perlahan membuka matanya.

Hingga manik nya dan manik arsen bertemu.

"Maaf, gue gak sengaja lihat." Tutur arsen lembut sembari melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki dan tangan cassandra.

Cassandra tak menyahut. Ia sudah tak peduli lagi jika orang melihat tubuhnya.

Cassandra sudah tak ada harga diri karena ulah lingga.

Setelah ikatan di kaki dan tangan cassandra terlepas, kini arsen menarik selimut dan mem bungkus tubuh cassandra dengan selimut.

Setelah selesai, arsen kembali memfokuskan pandangan pada cassandra. Cowok itu terdiam kala melihat cassandra yang juga terdiam dengan tatapan kosong yang terpancar di manik indahnya.

"Dia belum nyentuh lo kan, cassa?" Tanya arsen hati-hati.

Cassandra menggeleng pelan menjawab pertanyaan itu.

Melihat jawaban itu, arsen menarik nafas lega.

Perlahan arsen menarik tubuh cassandra mendekatinya, cowok itu menggendong cassandra ala bridal style dan berbalik hendak pergi meninggalkan kediaman lingga.

"Urus deon, jangan sampai dia hilang kontrol." Tutur lingga pada anggota arogas yang masih setia menunduk.

"Siap!" Jawab mereka serentak.

Mendengar jawaban itu, arsen pun kini melangkah pergi membawa cassandra kembali pulang ke kediamannya.

Setelah memastikan arsen dan cassandra pergi, rajash pun menghampiri deon, mengeluarkan sebuah pisau dan memberikan nya pada ketuanya itu.

JAVIECAS [ SEGERA TERBIT ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang