Hallow bestieh
Happy reading
.
.
.
"Alvin!"
Sang empunya nama menatap tenang perempuan yang datang menghampirinya.
"Mana janji lo?! Aksa ngga ada disini!" Tanya Alana dengan tatapan marah.
"Tu laki emang ngga ada disini" Jawab laki-laki itu dengan tengil. "Lagian lo siapanya?" Tanya Alvin pada Alana yang notabenenya bukan siapa-siapanya Aksa.
"Terus ngapain lo nyuruh gue sekolah disini?! Gue cuma butuh Aksa!"
"Karena untuk dapetin dia lo harus usaha dulu" Jawab Alvin.
"Maksudnya?"
"Gue liat lo udah akrab sama Aciel? Dia baik banget kan?" Tanya Alvin dengan tatapan berbinar.
"Kok tiba-tiba bahas Kak Aciel?" Tanya Alana yang heran dengan perubahan ekspresi lawan bicaranya ini.
"Oh ya, gue belum kasih tau. Jadi... Di sekolah ini ada pasangan serasi yang pasti semua orang tau. Dia adalah Aksa Niandro dan dia" Tunjuk Alvin pada Aciel yang ada berdiri jauh di seberang mereka saat ini.
"Kak Aciel?"
"Ya, dia pacarnya Aksa" Ucap Alvin dengan lugas.
"Cinta sejatinya Aksa" Kedua tangan Alana mengepal kuat setelah kata-kata Alvin barusan.
"Maksud lo?!" Entah mengapa Alana merasakan tubuhnya terbakar. Aksa yang selama ini ia tunggu. Satu-satunya laki-laki yang tulus padanya.
"Lo nggak akan bisa ngalahin Aciel. Semua orang tau, akan sehancur apa orang yang ganggu Aciel. Faktanya Aksa sangat mencintai Aciel. Hampir tidak ada hal yang bisa memisahkan mereka" Jelas Alvin yang mampu membuat semangat hidup Alana menjadi patah seketika.
"Tapi gue bukan nyuruh lo buat nyerah" Ucapan Alvin membuat Alana menolehkan kepalanya. Apakah itu artinya ia masih punya kesempatan?
"Ada satu hal yang bisa buat lo menang. Hancurin kepercayaan mereka."
"Kepercayaan?"
"Buat Aciel ragu sama Aksa. Dan lo punya kartu as nya" Ucap Alvin yang lebih terdengar sebagai perintah.
"Apa?" Tanya Alana yang bahkan tidak tahu apa hal yang ia punya.
"Semenjak lo menghilang, Deltvior dan Delton selalu perang dingin." Ucap Alvin mulai menceritakan hal-hal yang terlewat oleh Alana.
"Perang dingin?"
"Hm, karena Aksa ngelecehin lo." Jawab Alvin.
"Aksa?! Ngga! Bukan Aksa, dia yang nolongin gue. Anggota Delton pelakunya! Evan! Evan pelakunya!" Dengan penuh rasa takut, Alana tetap berusaha menjelaskan kebenarannya. Nyatanya trauma itu masih menggelapkan dunianya.
"Aksa pelakunya!" Tegas Alvin.
"Ngga!"
"Kalau lo mau menang! Lo harus inget bahwa Aksa pelakunya! Paham?!" Alvin mendesak alam bawah sadar Alana untuk mengingat hal tersebut.
"Kalo lo bilang Aksa adalah pelakunya, maka lo akan menang." Ucap Alvin menjelaskan sekali lagi.
"Lo boleh lakukan apapun, lo boleh segila apapun. Tapi ada satu syarat"
"Syarat apa?" Tanya Alana bingung.
"Lo ngga boleh sakitin Aciel atau lo akan gue balikin lagi ke rumah sakit jiwa itu!" Ancam Alvin yang tentu saja membuat Alana takut. Tempat yang menyeramkan itu, tidak mungkin Alana mau kembali kesana.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSIEL
Teen FictionCewek galak vs cowok kulkas, kok jadian?! ⚠️ Yang uwuphobia menjauh!! "Gue ga mungkin milih yang lain sedangkan hidup gue ada disini" - Aksa Aciel Azzura, gadis yang terkenal cuek dan galak. Namun sifatnya bisa berubah menjadi manja tetapi hanya ke...
