Sebelum baca vote dulu yuk
Happy reading
.
.
Alvin melangkahkan kakinya dengan terburu-buru mengelilingi sekitar rumah sakit untuk mencari seseorang.
"CEWEK GILA! BODOH LO ANJING" Makinya ketika matanya menangkap sosok yang ia cari.
Bugh
"Alvin! Ampun!" Mohon Alana karena tendangan tak henti dari Alvin.
"Gue udah peringatkan jangan sakiti Aciel!" Ucap Alvin seraya melanjutkan tendangannya.
"Dia bukan urusan gue! Gue cuma butuh Aksa!" Ucap Alana membela diri.
Plak
"Gue balikkin lo kerumah sakit itu anjing!" Alvin lanjut menampar wajah Alana. Ia sangat geram dengan wanita ini.
"Itu satu-satunya cara supaya Aksa datang kesini.." Lirih Alana masih dengan wajah angkuhnya.
"Kalo lo sabar, Aksa pasti akan ke jakarta bodoh." Alvin dengan nafas menggebu menghentikan tamparannya.
"Gue ngga peduli, kalo lo ngga mau Aciel tersakiti lo harus lindungi dia sebelum gue bertindak" Peringat Alana. "Lo ngga akan bisa ngatur gue!" Lanjutnya.
"Anjing! Pastiin lo ketemu sama bajingan itu!" Ancam Alvin mencengkram kuat rahang wanita dihadapannya ini.
"Lo mau main-main sama gue Alana, let's play the game" Peringat Alvin.
"Lo ngelanggar aturan main gue jadi jangan salahin gue kalau Aksa harus mati dan lo akan gue serahkan ke geng Bara" Ancam Alvin dengan penuh keseriusan kali ini. Laki-laki itu semakin menggila.
"Jika terjadi sesuatu ke Aciel, gue pastikan lo jadi pelacur mereka selamanya" Seringai laki-laki itu.
"J-jangan.." Seketika tubuh Alana bergetar hebat setelah mendengar tentang geng Bara.
Alvin memilih tidak peduli dan meninggalkan wanita itu.
###
Suasana pagi menuju siang hari di kota Bandung cukup menghebohkan hari ini. Terkhusus di rumah Aksa. Ia langsung bergerak cepat menuju Jakarta setelah mendapat kabar tentang kekasihnya.
Ia sampai dirumah sakit sejak beberapa menit yang lalu. Langkahnya terburu-buru mencari posisi Aciel.
"Aksa!" Aksa menoleh ke sumber suara dimana teman-teman Aciel sudah ada disana.
"Aciel masih diperiksa, lo belum bisa masuk" Ucap Tata.
"Siapa?" Tanya Aksa langsung pada intinya.
"Waktu Kiy dateng, kaki Aciel udah berlumuran darah. Aku yakin karena ada yang masukin paku ke sepatu latihan Aciel" Jelas Kirana yang mengingat betul pandangannya tentang paku-paku yang berlumuran darah berserakan di lantai ruang latihan.
"Alana, dia sama Aciel disana. Dia anak baru disekolah" Ucap Karina membantu kembarannya untuk menjawab. Ia tahu Aksa butuh jawaban cepat sekarang.
Bersamaan dengan itu, dokter keluar dari ruang Aciel.
"Gimana?" Tanya Aksa.
"Pasien ada indikasi infeksi karena lukanya cukup parah tapi kami sudah memberikan antibiotik, pasien sudah merasakan beberapa gejala dan kami akan terus menantau keadaannya-"
Tanpa menunggu dokter selesai menjelaskan, Aksa segera masuk untuk melihat kekasihnya.
"El... Sayang..." Panggil Aksa dengan nada yang ketara sekali ada kepanikan disana namun ia masih berusaha untuk terlihat setenang mungkin di depan Aciel.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSIEL
Teen FictionCewek galak vs cowok kulkas, kok jadian?! ⚠️ Yang uwuphobia menjauh!! "Gue ga mungkin milih yang lain sedangkan hidup gue ada disini" - Aksa Aciel Azzura, gadis yang terkenal cuek dan galak. Namun sifatnya bisa berubah menjadi manja tetapi hanya ke...
