Happy Reading
Jangan lupa vote dan follownya ya
.
.
.
Seminggu berlalu, kegiatan latihan dari tim seni tari tetap rutin dilakukan.
"Kak, gue kurang setuju sama pembagian part untuk setiap membernya, gue tahu Kak Aciel disini centernya tapi gue ngerasa member lain ngga dikasih kesempatan untuk bersinar" Ucap Alana yang mulai menyampaikan aspirasinya, bahkan mereka baru memulai latihan beberapa menit yang lalu.
"Member lain, atau lo?" Tanya Aciel. Sebagai leader Aciel merasa perlu lebih tegas. Pasalnya setelah seminggu proses latihan mereka belum menghasilkan apapun. Alana maksudnya. Disaat semua anggota sudah menguasai setiap bagian mereka, Alana tetap belum hafal bagiannya. Gadis itu hanya banyak berbicara. Banyak protes dengan dalih memberi saran.
"Sudah seminggu Alana, target kita minggu ini fokus ke detail dan kita belum bisa lakukan itu karena lo." Aciel berusaha untuk memberikan pengertian dengan nada yang lemah lembut.
"Gue juga usaha, Kak" Tentu saja Alana membela diri.
"Alana tolong fokus ke bagian kamu dulu, setelah kita bisa latihan bareng nanti akan kelihatan bagian-bagian yang kurang." Kirana berusaha untuk menengahi.
"Gue berharap lo jangan banyak protes dulu" Ucap Ariya yang ikut mengutarakan perasaannya.
"Iya setidaknya lo udah hafal part lo dulu baru banyak ngomong" Ucap Zafra yang cukup terpancing emosi.
"Tim ini jelek banget sumpah" Gumam Alana sebelum meninggalkan area latihan.
"Idih!" Zafra yang masih bisa mendengar samar-samar pun semakin kesal. Zafra ini memang kesabarannya setipis tissue dibagi tujuh.
"Zaf.. Udah ya" Aciel mencoba menenangkan Zafra.
"Kak Aciel harus lebih tegas kak atau kamu bakal diginiin terus" Ucap Zafra yang tidak terima ketika Alana yang terus-terusan tidak menghargai leader mereka itu.
"Gue baik-baik aja, gue bakal coba ngobrol sama dia" Aciel mengikuti jejak langkah untuk menyusul Alana.
"Alana" Panggil Aciel.
"Kenapa lo tiba-tiba jadi gini? Tanya Aciel ketika lawan bicaranya sudah menaruh atensi padanya.
"Atau sebenernya lo emang gini orangnya?" Lanjut Aciel berusaha tidak menunjukkan emosi apapun disana.
Pada awalnya, ia melihat Alana sebagai anak yang asik dan mampu diajak kerja sama. Tapi entah kenapa sifatnya berubah drastis sekarang. Ia terlihat lebih sensitif.
"Maksud lo apa kak?!" Tanya gadis itu dengan nada ketus.
"Kalo lo tetap ngga bisa kerjasama, gue bisa runding ke coach tentang pengurangan member" Ucap Aciel yang sudah jengah, ia berani melakukan ini karena tidak ada proses apapun yang bisa Alana tunjukkan kepada mereka.
"Oh lo team leader yang kaya gini ternyata" Delik Alana. "Oke, kita liat siapa yang bakal keluar" Ucap perempuan itu menantang.
"Kenapa lo gini sama gue?" Tanya Aciel sebelum Alana benar-benar pergi.
"Kenapa? Lo bakal tau nanti" Ucap Alana.
"Nggak seharusnya lo ambil sesuatu yang punya orang lain!" Perempuan itu mengepalkan tangannya. Jika saja ia tidak ingat tentang ancaman Alvin, mungkin saja dia sudah mencelakai Aciel detik ini juga.
Aciel hanya mengehela nafas, ia kebingungan. Aciel hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun, lantas apa kesalahan yang ia buat? Entahlah.
"El!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSIEL
Подростковая литератураCewek galak vs cowok kulkas, kok jadian?! ⚠️ Yang uwuphobia menjauh!! "Gue ga mungkin milih yang lain sedangkan hidup gue ada disini" - Aksa Aciel Azzura, gadis yang terkenal cuek dan galak. Namun sifatnya bisa berubah menjadi manja tetapi hanya ke...
