🏐 | 20. Jangan Dipaksa

443 13 29
                                        

"Satu dua tiga empat, lima enam tujuh delapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Satu dua tiga empat, lima enam tujuh delapan. Satu dua tiga—" Mecca sedang melakukan pemanasan dilapangan saat seseorang menubruknya sampai tersungkur.

"Sori, sengaja." orang itu berlalu begit saja seraya tertawa sinis.

Fika geram melihatnya. "Bangsat banget tuh cewek,"

"Jangan gitu," kata Mecca yang berusaha bangkit dan Fika langsung membantunya berdiri. Meski ia juga sebal pada Gita.

Gita berani karena senior belum memasuki lapangan, masih berganti pakaian di toilet. Kalau saja Vian tahu, tamatlah riwayatnya.

"Nyebelin anjir. Lo gapapa?" tanya Fika membuat Mecca menggelengkan kepala.

"Gapapa, Fi."

Fika hanya mengangguk, Mecca kembali melanjutkan pemanasan mandirinya yang sempat tertunda dan melirik Fika yang nampak memandang para senior yang baru memasuki lapangan.

"Fika!" tegur Mecca dan Fika langsung menoleh padanya.

"Hah?"

Mecca mengernyit, kalau tidak salah lihat ia melihat Fika melihat Vian dengan tatapan memuja. "Lo liatin Kak Ian?"

Fika tergelak. "Iya, ganteng juga ya pacar lo!"

"Suka ya sama dia?" Mecca memastikan dan Fika semakin tergelak dengan pertanyaan Mecca.

"Suka, gue suka cowok ganteng." ujar Fika membuat Mecca memutar kedua bola matanya, ia lupa kalau Fika memang pemuja cowok tampan.

"Dasar!"

"Serius ya Ca gue liatin pacar lo buat memandang ciptaan Tuhan aja, bukan yang lain." jelas Fika tak ingin temannya itu salah paham, dibalas kekehan oleh Mecca.

Setelahnya mereka melakukan latihan seperti biasa, sudah tidak perlu diajarin senior hanya perlu dipantau.

Mecca juga semakin lihai melakukan servis dan passing menerima bola dari temannya. Mecca menghampiri botol minum seusai latihan saat suara seseorang disamping membuatnya kaget.

"Gue lagi sedih," kata cowok itu tiba-tiba, Mecca mengernyit.

"Kenapa, Kak?"

"Lo pilih Vian ternyata," kekeh Deri membuat Mecca tersenyum tak enak. Ia lupa bahwa Deri kemarin ini memintanya untuk buka hati. Tapi hatinya memang tidak bisa berbohong bahwa Vian yang masih ia inginkan.

"Kak ... sori tapi, gue takut nyakitin Kak Deri kalo dipaksa." kata Mecca pelan membuat Deri tersenyum maklum.

"Iya gapapa, Ca. Aman."

"Maaf ya?" ujar Mecca sekali lagi, benar-benar merasa bersalah.

Deri terkekeh. "Santai aja. Tapi kalo lo sakit hati sama Vian, gue ada."

Like My Ex  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang