🏐 | 12. Berlebihan (2)

570 19 33
                                        

Suara denting sendok dan garpu menemani suasana ruang makan keluarga Mecca

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suara denting sendok dan garpu menemani suasana ruang makan keluarga Mecca. Ada Adli, Medina, dan Mikko yang sedang sarapan bersama.

Mecca masih anteng menikmati nasi goreng dengan sesekali melihat ponsel karena bertukar pesan dengan Fika

"Kemarin pulang sama siapa, Ka?"Adli membuka suara, Mecca langsung mendongak dan menyimpan ponselnya.

"Sama temen, Yah."

"Cowok?" tanya Adli lagi membuat Mecca mengangguk jujur.

"Iya, tapi aku nggak sendiri kok. Sama Fika juga," ujar gadis itu.

Adli memicingkan mata. "Bener?"

"Iya, Ayah. Beneran deh. Malahan aku duduk di belakang." Mecca tidak berbohong sepenuhnya, Vian memang bukan pacaranya saat ini.

"Oke. Temenan aja dulu ya, geulis?" Adli tersenyum dan mengacak rambut gadis di sampingnya.

"Iya Ayah."

"Mau berangkat bareng Ayah hari ini?" tawar Adli langsung membuat wajah Mecca berseri dengan mata berbinar.

"Emangnya Ayah mau ke mana?" tanya Mecca.

"Mau ke Garut, liat domba buat peternakan." jawab Adli.

Mecca langsung mengangguk antusias, sudah lana ia tidak berangkat dengan Adli ke sekolah. "Mau! Yes gak sama Om Ruben!"

"Tapi disupirin sama Om Ruben juga," kekeh Adli membuat Mecca spontan memutar kedua bola matanya.

"Ah ilah, sama aja. Kaka males ah sama Om Ruben, disebut punya sugar daddy."

Medina terkekeh. "Gak apa-apa lah, biarin aja. Jangan peduli omongan orang, Ka. Mereka gak tau aja."

"Ih Ibu, masalahnya yang bilang tuh..." Mecca mengatupkan bibir, ia hampir keceplosan menyebut Vian dengan sebutan calon pacarnya.

"Siapa?" tanya Medina membuat Mecca menggeleng.

"Nggak, Bu." Mecca tersenyum lebar menampilkan gigi-giginya yang rapih. Membuat Medina dan Adli menggelengkan kepala.

•••

"Hai, Ca?" Deri tersenyum dan sudah duduk di samping Mecca yang kosong. Ini adalah kali ketiga Deri ke kelasnya setiap istirahat hanya untuk mengajak makan.

"Hai, Kak." balas Mcca tersenyum.

Deri masih tersenyum. "Hari ini udah makan belum? Gue ngerasa punya utang karena lo bantu gue waktu itu. Semoga aja belum makan biar gue bisa traktir lo."

Mecca terkekeh. "Nggak perlu, Kak. Gue ikhlas kok bantuin lo. Lagian bantuin ngobatin doang mah gampang, gue pernah ikut PMR pas SMP."

Like My Ex  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang