🏐 |3. Sugar Daddy

936 28 13
                                        

Hai, sebelum baca aku boleh minta vote dan komentarnya? Kalo suka, silakan memberi feedback pada ceritaku. Terimakasii💓💓

Mecca menutup pintu mobil dan menyimpan tas berisi seragam ke jok belakang tanpa menyapa seseorang disampingnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mecca menutup pintu mobil dan menyimpan tas berisi seragam ke jok belakang tanpa menyapa seseorang disampingnya. Sampai setengah perjalanan melihat gadis itu hanya diam, pria disampingnya mulai angkat bicara.

"Kenapa kusut gitu?" tanya Ruben, karyawan Ayahnya yang sudah biasa mengantar jemput Mecca ke sekolah sejak kecil.

"Om, emang aku jelek?" Mecca merubah posisi menjadi duduk menyamping, membuat Ruben mengalihkan sebentar pandangan pada anak gadis di sampingnya.

"Nggak tuh, ponakan Om cantik begini. Kenapa emang?" tanya Ruben, apakah anak dari atasannya itu sedang insecure seperti yang dialami perempuan-perempuan remaja seusianya?

Mecca memanyunkan bibir. "Masa gebetan Kaka nolak, sih. Dia milih cewek lain, Om. Ih, Kaka yakin pasti ceweknya jelek!"

"Gak boleh gitu, Ka." komentar Ruben dengan kembali fokus pada jalanan di depan.

Mecca masih cemberut. "Ih tadi dia bilang Kaka jangan deket-deket dia juga, padahal baru aja mau deketin setelah vakum setahun karena beda sekolah."

Ruben tersenyum, mengacak rambut Mecca. "Ka, gak semua yang kamu mau bakalan kamu dapet. Termasuk pujaan hati kamu itu. Kamu boleh berjuang buat dia, tapi jangan mau diinjak-injak apalagi sampe bikin kamu ngemis ke dia."

"Tapi Om, dia cinta pertama aku. Dia juga yang bikin aku nolak cowok-cowok yang mendekat." adunya membuat Ruben terkekeh.

"Ya udah, Kaka perjuangin aja lagi. Tapi inget kata Om, jangan berlebihan."

Mecca terdiam, berpikir sebelum tiba-tiba mendelik pada Ruben "Om, jangan bilang Ayah, ya. Ini rahasia kita." peringat Mecca membuat Ruben lagi-lagi terkekeh.

Ruben memutar setir memasuki gerbang perumahan dan menyapa para satpam sebelum menyahut ucapan gadis itu. "Om nggak janji,"

"Om!" pekik Mecca sebal seraya memeloti cowok yang sudah cukup berumur tapi masih terlihat segar itu bertepatan dengan mobil sudah berhenti di depan rumah bercat cokelat.

"Om!" pekik Mecca sebal seraya memeloti cowok yang sudah cukup berumur tapi masih terlihat segar itu bertepatan dengan mobil sudah berhenti di depan rumah bercat cokelat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Like My Ex  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang