Laurora Mecca gagal move on dengan Viandra Klastara--mantan cinta monyetnya di Sekolah Menengah Pertama, dan memutuskan kembali mengejar cinta sang mantan di SMA.
Menjadi cegil dalam mengejar Vian, tak mudah bagi Mecca. Ia harus menghadapi beberapa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepulang ekstrakulikuler, Vian mengajak Fika bicara. Saat sekolah sudah sepi, hanya ada mereka berdua, karena anak ekskul lain sudah pulang.
Fika mengamati sekeliling, takut mereka disangka berbuat yang tidak-tidak oleh penjaga dan satpam sekolah yang berkeliling.
"Kenapa, Kak?" tanya Fika tak sabaran. Ia ingin segera pergi, takut jika mereka hanya berdua.
"Maafin aku." kata Vian tiba-tiba, membuat Fika mengernyit. Tapi, akhirnya Fika juga meminta maaf karena paham pembicaraannya mengarah kemana.
"Aku juga minta maaf." balas Fika.
"Kita mulai dari awal?" tawar Vian membuat Fika semakin bingung, namun jujur dalam hatinya bersorak. Apa ini tandanya ia yang menang? Vian memilihnya?
"Tapi... kamu gak akan pilih Mecca lagi?"
Vian menghela napas. "Mecca udah suruh aku sama kamu, dan aku gak akan nyia-nyiain perempuan baik sesabar kamu lagi, Fik."
Tiba-tiba Fika tersenyum lebar, tak menyangka bahwa kebaikannya berbagi Vian pada Mecca berbuah manis, Viandra Klastara kembali memilihnya. "Makasih Kak, udah kembali ke aku. Apa yang seharusnya jadi milik aku akan tetap jadi milik aku, kan?"
Di sisi lain, Mecca baru saja hendak kembali kelas karena buku yang tertinggal dikolong meja, saat melewati tangga kelas sebelas dia mendengar dua orang yang sedang bicara, tak sengaja Mecca bertatapan dengan salah satunya—Fika—dan langkahnya tiba-tiba terhenti.
Entah setan apa yang merasuki Fika, tapi gadis itu tiba-tiba memanggil Vian. "K-kak!"
Vian tersenyum, tanpa menyadari ada Mecca disana. "Apa?"
Mata Vian membulat saat Fika menarik baju lelaki itu dan bibir gadis didepannya menempel di bibirnya. Sial, itu terlalu tiba-tiba dan jujur saja ini kali pertamanya Fika menciumnya selama setahun mereka pacaran. Lebih tepatnya, ini kali pertama mereka berciuman. Dan ini kejutan bagi Mecca.
Kepalang dipancing, Vian balik menarik tengkuk Vika dan mencium balik gadis itu. Mecca semakin shock ditempat. Dan meraba bibirnya sendiri, mengusapnya kasar. Ia kesal, karena sialnya ia juga pernah dicium Vian secara tiba-tiba.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.