🏐 | 30. Peduli tapi Gengsi

525 9 0
                                        

Sudah satu minggu Mecca dan Fika tidak saling bicara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah satu minggu Mecca dan Fika tidak saling bicara. Belum ada yang berani memulai pembicaraan. Mecca yang gengsi, Fika yang malu karena merasa bersalah.

Tetapi, mereka masih duduk sebangku.

"Fika, kok betah sih duduk sama selingkuhan cowok lo?" celetuk salah satu teman sekelas mereka.

Fika mendelik. "Bacot."

Mecca terdiam, menahan diri untuk tidak bicara. Pura-pura sibuk dengan ponselnya. Ia tahu Fika tidak ingin seperti ini, mereka hanya saling menunggu waktu untuk kembali saling bicara.

"Fika, mending masuk geng kita aja. Lo nggak cocok tau temenan sama penikung." ajak Nasya melihat Fika yang hanya diam.

Fika lagi-lagi meliriknya sinis. "Gak butuh ajakan lo. Gue sendiri juga bisa."

"Biar kita bantuin lawan dia," tambah yang lain.

Fika mendengus. "Gak perlu, gak usah ikut campur. Gue sama Kak Vian juga baik-baik aja."

Mecca tersenyum miris, nyatanya Fika memang pemilik Vian sebenarnya. Bukan Mecca.

Seujujurmya, Mecca rindu sekali dengan Vian yang sempat manis padanya, lebih dari saat mereka merasakan cinta monyet di SMP. Hanya saja waktunya tidak tepat, karena ada Fika diantara mereka. Tidak, sebenarnya Mecca yang ada diantara Vian dan Fika.

Jamkos panjang yang membosankan itu membuat Mecca maupun Fika bernapas lega, mereka sama-sama bersiap untuk pulang.

Andai keadaan tidak seperti itu, pasti keduanya sudah asyik berdua tidak seperti sekarang yang terasa begitu panjang dan membosankan.

"Mek." panggil Naufal tepat saat Mecca baru berdiri dari kursi.

Mecca menoleh. "Kenapa, Pal?"

"Gue denger lo jadi selingkuhan?"

Entah, tapi Fika yang kebetulan masih di sana spontan menyahut. "Gak usah bacot woy. Pulang sono lo!"

Naufal melirik Fika, mengernyit heran. "Dih, kok lo yang sewot Fik? Kata orang lo yang diselingkuhin?"

"Pulang gak lo?! Gak usah ngomong! Ganggu aja!" Fika medorong Naufal menjauh keluar kelas agar tidak banyak bicara. Mecca diam-diam tersenyum, ia tahu Fika melindunginya.

Mecca segera keluar dari kelas, celingukan mencari Fika yang entah menghilang kemana. Tapi tak ambil pusing Mecca segera melangkahkan kaki keluar sekolah.

Like My Ex  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang