Laurora Mecca gagal move on dengan Viandra Klastara--mantan cinta monyetnya di Sekolah Menengah Pertama, dan memutuskan kembali mengejar cinta sang mantan di SMA.
Menjadi cegil dalam mengejar Vian, tak mudah bagi Mecca. Ia harus menghadapi beberapa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel tanda istirahat sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu. Namun tak membuat seorang perempuan yang sedang membaca novel dikelas itu tertarik untuk keluar.
Ia dengan fokus terus membaca buku bersampul pink itu sambil senyum-senyum sendiri.
"Ca,"
Suara seseoang diambang pintu membuatnya terlonjak, namun setelahnya ia tersenyum lebar bersamaan dengan jantungnya yang berdetak cepat kala cowok itu mendekat.
"Hai, Kak!" sapanya riang, membuat si cowok ikut tersenyum.
"Lagi ngapain?" tanpa menghilangkan senyumnya, Vian berjalan mendekat dan duduk disampingnya yang biasa ditempati Fika. Mecca semakin berdebar melihat senyum itu lagi setelah sekian lama mereka tidak bersama.
"Baca novel aja. Kok ke sini?" tanya Mecca basa-basi, padahal ia senang bukan main.
Vian masih saja tersenyum. "Mau ngapelin pacar."
"Kak!" pekik Mecca spontan melihat sekeliling yang sepi, membuat Vian terkekeh dan mengacak rambutnya gemas.
"Hahaha, gak ke kantin?"
Mecca menggeleng. "Nggak, lagi gak pengen."
Mecca tak sadar kalau sejak tadi Vian membawa tempat makan stainless. Cowok itu membuka tutupnya dan meletakkan tempat makan itu dihadapan Mecca. "Aku dibawain bekal sama Mama, mau nggak?"
Mata Mecca sontak berbinar melihat isinya, nasi yang dibuat onigiri, telur dadar, dan sosis yang dikreasikan memakai mata. "Ih, kok lucu Mamanya?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vian tertawa melihat respon Mecca yang nampak kagum. "Mama emang lebay sih, ngapain coba pake mata mata begitu,"
"Lucu ih!" protes Mecca tak terima Vian menyebut lebay. Karena memang selucu itu untuk ukuran ibu-ibu yang membuat bekal untuk anak SMA. "Lucu banget asli."