🏐 | 38. Mata Untuknya

546 8 0
                                        

Satu minggu ini, Mecca tak pernah mendapati teman-temannya datang ke rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu minggu ini, Mecca tak pernah mendapati teman-temannya datang ke rumah. Entah kemana, Mecca juga tak mendapat informasi dari Medina. Ia merindukan kehangatan itu, kehangatan bersama teman-temannya.

Yang Mecca lakukan hanya merenung dikamar, duduk-tidur, terus berulang dan sesekali dihampiri Medina untuk makan.

Seperti saat ini, Medina datang membawa sepiring makanan siang untuk Mecca, ia duduk disamping anak gadisnya.

"Ka,"

Mecca menoleh ke sumber suara. "Iya Bu?"

Medina menghela napas sebelum bicara. "Kalo ada yang donorin mata, Kaka mau?"

Mecca terdiam sesaat, lantas membuka suara. "Siapa, Bu?"

"Semisal ada, Kaka mau nggak buat dioperasi biar bisa liat lagi?" kata Medina hati-hati sekali, ia takut anaknya tersinggung karena sudah lama sekali baru dibahas.

Tanpa didugq, Medina melihat senyum merekah pada wajah cantik Mecca. "Mau! Mau banget, Bu. Kaka mau bisa liat lagi, Kaka mau liat senyum Ibu, senyum Ayah, senyum Adek, mau liat temen-temen yang lain."

"Kaka yakin?" tanya Medina, memastikan. Karena kini malah dirinya yang tidak yakin pada tawaran itu.

Mecca jadi bingung. "Memangnya kenapa, Bu?"

"Kaka gak akan nyesel setelah liat nanti?" tanya Medina lagi, membuat kerutan dikening Mecca semakin dalam.

"Ada apa, Bu?" tanya balik Mecca.

Medina mengembuskan napas. "Ibu cuma takut, Kaka malah menyesal kalo bisa liat lagi nantinya."

"Tapi... Kaka beneran pengen bisa liat lagi, Bu." ujar Mecca pelan, membuat Medina pada akhirnya mengangguk setuju.

"Oke kalo begitu, besok kita operasi mata ya?"

Mecca kembali tersenyum cerah. "Asik! Kaka bakalan bisa liat lagi ya, Bu?"

Medina balas tersenyum dan mengusap rambutnya dengan sayang. "Iyaa, Ka."

•••

Siang hari ini, diruangan serba putih Adli dan Medina menemani anak sulungnya yang akan melakukan operasi mata.

Berkali-kali Mecca meremas lengan kedua orang tuanya yang sejak tadi tak pernah ia lepaskan genggamannya.

"Bu, Kaka degdegan." katanya pelan.

Medina mengelus rambutnya dengan sebelah tangannya yang bebas. "Berdoa sayang, pasti berhasil."

"Kaka gasabar liat Ibu, pengen peluk Ibu, Ayah, sama Adek." kata gadis itu lagi, membuat Adli tersenyum tipis.

"Iyaa, Ka. Bismillah, ya?"

Like My Ex  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang