Seekor burung Elang mendarat di kotak pesan kerajaan Abaria. Seorang kurir melepas surat dari elang itu lalu membawanya masuk ke ruang kerajaan. Sebelum masuk, sang kurir harus melapor kepada seorang penjaga yang memiliki bakat Materih.
Materih : Bakat mendeteksi isi suatu objek, biasanya digunakan untuk mengecek objek yang beresiko menghasilkan bahaya.
"Sini" Alsakii mengulurkan tangannya kepada kurir itu, dengan bakat Materih dia dapat mendeteksi apa saja yang terkandung dalam benda yang dipegangnya. Bakat itu harus dimiliki penjaga keluarga kerajaan untuk menghindari racun ataupun Bom.
Dia memegang surat itu, isinya hanya lembaran kertas dan tinta. Maka kertas itu aman dari bahaya. Alsakii membawanya masuk ke ruang makan anggota kerajaan.
"Surat masuk" Ucap Alsakii dengan gagah.
Raja, Ratu dan anak-anaknya sedang makan di meja makan mereka dan menoleh ke Alsakii serempak. Sakii bejalan ke samping Raja lalu berlutut untuk memberikan surat-nya.
Di meja makan ada Raja Dala yang merupakan Raja Abaria, Ratu Berlian menjadi Istri Raja Dala dari suku Padang pasir, Putri Permata dan adiknya yang berusia setahun lebih muda, Pangeran Bharatta, sang Putra Mahkota.
"Kau tidak lihat kami sedang makan Sakti" Tegur Permata "Apa pengawal pangeran sepertimu tidak mengerti aturan tentang tidak mengganggu anggota kerajaan saat makan hah"
Alsakii menunduk dan memberi hormat.
"Aku adalah penjaga lulusan terbaik Putri, jelas semua tindakanku adalah hasil buah pikiranku yang matang. Aku meminta maaf kalau kehadiranku mengganggu makan Raja, Ratu, Pangeran dan Putri. Tapi yang kulakukan sudah sesuai dengan protokol kerajaan ke 83 ayat 21..."
"Protokol kerajaan 83 Ayat 21?" Permata menoleh dan berusaha mengingat apa protokol itu.
"Surat maupun pesan yang datang dari kerajaan besar lain harus segera disampaikan tanpa jeda apapun" ucap Bharatta, adik Permata.
"Surat ini datang dari Ananta Rajaku" sambung Alsakii.
"Mana?" Raja mengulurkan tangan dan Alsakii memberikan surat itu ke Raja Dala.
Raja membuka surat tersebut dan membacanya.
"Calon istri untuk Ukino" Raja berdiri dengan semangat "PERMATA, SIAPKAN DIRIMU... Pangeran Ananta mencari calon Ratu, Ini kesempatan besar untuk kita"
Ratu berlian mengambil surat itu dan membacanya "Pesta perkenalan, ini merupakan kesempatan emas permata. Kau bisa menjadi Ratu Ananta" ucap Ratu Berlian.
"Siap semuanya Berlian, berlatihlah permata, belajar budaya Ananta agar Ukino tertarik kepadamu" ucap Raja dengan senyum riang "Kau harus menikahi Ukino, dia dicintai semua orang, dia hebat dalam penyembuhan, dia memiliki sihir yang besar. Lalu hubungan Ananta dan Abaria akan sangat bagus karena pernikahan ini"
Permata menunduk tidak melawan.
"Apa aku boleh ikut ke Ananta Ayah?" Tanya Bharatta.
BRAKK, Raja Dala menggebrak meja dengan penuh amarah. Semua senyumnya hilang begitu Bharata bicara.
"Apa kau gila, acara itu khusus putri. Untuk apa kau datang kesana" ucap Raja.
"Aku juga ingin bertemu Ukino dan Semino. Terakhir kali kami bertemu kami masih sangat kecil" Jawab Bharatta.
"Seorang pangeran tidak bertemu dengan pangeran lainnya kecuali dalam dua kondisi Bharatta, Perang dan Pernikahan" ucap Raja "Kau juga harusnya fokus ke dirimu sendiri. Apa perlu kami adakan pencarian jodoh untukmu seperti Ukino?"
"Aku hanya bertanya, ayah tidak perlu marah" ucap Bharatta.
"Takdir Abaria di tangan kalian berdua. Bila Permata tidak bisa menikahi Ukino, maka Kau Bharatta, harus segera menikah agar kau bisa dipersiapkan menjadi Raja. Rumor tentangmu mulai tersebar. Masyarakat meragukan keperkasaanmu, mereka mengira kau terlalu seperti wanita. Kau harus sudah bisa bertarung sebelum pernikahanmu nanti Bharatta. Jangan buat malu Abaria"
KAMU SEDANG MEMBACA
DANAU PELANGI
Fiksi UmumCerita BL dewasa bergenre fantasi kolosal yang akan membawamu ke dunia fantasi di masa lampau. Tentang dua orang pangeran yang terlahir di kerajaan Ananta. Putra Mahkota Ukino dan Kesatria terbaik Semino. Dua bersaudara itu menjalani kehidupan kepan...
