Cerita BL dewasa bergenre fantasi kolosal yang akan membawamu ke dunia fantasi di masa lampau.
Tentang dua orang pangeran yang terlahir di kerajaan Ananta. Putra Mahkota Ukino dan Kesatria terbaik Semino. Dua bersaudara itu menjalani kehidupan kepan...
Dibagi beberapa part karena kepanjangan, harap dibaca perlahan
memuat banyak lompatan adegan, selamat berimajinasi
memuat konten 18+, adegan menjijikkan, tindakan tidak mengenakkan,mohon kebijaksanaannya
Mengingat latar waktu adalah zaman legenda, mohon dimaklumi bila ada kata-kata, ilustrasi atau kejadian yang tidak relevan dengan dimensi waktunya.
Semua ilustrasi hanyalah gambaran umum, bukan visual utama yang akurat
Segera beri komentar bila ada typo agar segera di perbaiki
Selamat membaca Selamat datang 2025
LANTAI 1 : DUNIA - PART 1/2
˘꒷꒦˘꒷꒦꒷˘꒦꒷꒦˘ MASUK ˘꒷꒦˘꒷꒦꒷˘꒦꒷꒦˘
Para peserta masuk ke dalam piramida ujung dari pintu besar yang terbuka. Mata mereka tersilaukan oleh cahaya putih terang, dan begitu cahaya silau itu redup, mereka tersadar bahwa mereka tidak berada di dalam gedung piramida yang seharusnya. Mereka berada di sebuah taman yang terbuat dari makanan.
Taman fantasi yang terbentuk di dalam ruangan besar gedung entah bagaimana caranya. Ada sungai, pohon, batuan, dan taman-taman yang semuanya terbentuk dari makanan. Ruangan itu lebih luas dari semestinya, dinding pembatas, pintu, semuanya hilang seolah ruangan piramida di awal hanyalah aula kosong yang berubah menjadi wahana dunia fantasi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Apa yang... Ini dimana... Bagaimana..." Sakti terkejut saat menyadari dirinya dan semua pria disana benar-benar bertelanjang bulat tanpa satu helai benang pun.
Entah apa yang lebih mengejutkan, 15 pria telanjang di satu ruangan, sungai coklat yang mengalir secara magis atau piramida itu dalamnya 5 kali lebih besar dari harusnya.
"Oh" Bharatta terkejut dan menutupi dirinya dengan tangannya.
Pria-pria Ananta tampak tidak malu menunjukkan kemaluan lengkap mereka dengan bulu dan kantong bijinya. Sedangkan bagi Bharatta dan Sakti yang hidup di gurun pasir hal itu sangat tidak wajar.
"Santai, tidak perlu malu. Kita semua sama disini" ucap Semino dengan bangga menunjukkan pentungan panjangnya yang bergantung ria tanpa rasa malu.
"Ini makanan kita?" tanya Merak melihat ada pohon dengan dahan dari coklat, daun dari gula kapas dan buahnya berbagai macam di satu pohon.
"Ya... Tapi permainannya belum dimulai. Jangan makan dulu" jawab Semino sambil mengambil buah beri sebesar semangka yang dia lempar ke sungai coklat sehingga coklatnya terciprat ke teman-temanya.