PESTA KEPUTRAAN - 6

686 32 6
                                        

⚠️⚠️

MEMUAT ADEGAN KEKERASAN SEKSUAL

TIDAK DISARANKAN DI BACA DI TEMPAT UMUM

⚠️⚠️


EMPAT BUTO IJO

-Lanjutan langsung bab sebelumnya, silahkan dibaca kembali bab sebelumnya untuk mengingat konteks kejadian.

Rahun dan Nira meneteskan darah mereka ke tubuh Sorak, walaupun afrodisiak di darah mereka tidak sekuat darah ular kobra tapi setidaknya aroma darah mereka mampu memancing buto ijo untuk menjauh dari Leka. Sorak merubah dirinya menjadi kambing agar menjadi lebih gesit lalu dia berlarian menarik perhatian para buto ijo.

Rencana utama mereka untuk bisa mengambil Leka dari cengkraman para Buto Ijo adalah dengan menggunakan Sorak sebagai umpan, memancing Buto sebanyak mungkin menjauhi Sang Putra. Rahun akan mengalahkan Buto yang tersisa, dan Nira akan menarik Azaleka ke tempat aman. Lalu mereka bertiga akan menyentuh tubuh Leka untuk memenangkan permainan.

Buto Ijo Raksasa dengan batang sebesar dahan pohon satu persatu menoleh ke Sorak dan menjauh dari Nira, mencium aroma darah siluman di tubuh si kambing. Satu Buto ijo masih menyetubuhi pangeran bukit itu, mengancurkan lubang Azaleka dengan torpedonya.

"Yahhh terus sayangkuhhh" Desah Leka saat lubangnya robek di ruda paksa oleh Buto Ijo. CROTTT. Azaleka ejakulasi karena batang besar itu mengacak-acak prostatnya. Dirinya mabuk dan kehilangan kewarasan, dikendalikan nafsu dan hanya ingin disodomi dengan brutal.

Rahun bersama Nira mengendap-endap mendekati Azaleka yang sedang bersetubuh dengan satu Buto. Sorak dikejar beberapa Buto ijo menjauhi Leka, lari cukup cepat membawa buto ukuran sedang yang tertarik dengan aroma darah siluman ularnya. Sejauh ini rencana mereka aman, Rahun dan Nira berhasil mendekati Leka tanpa ketahuan Buto Ijo lain.

Saat Sorak berhasil menjauh-kan beberapa buto dari Azaleka, satu buto ijo berbulu seperti monyet mengalahkan kecepatannya. Menangkap Sorak dengan cepat dan meremasnya seperti jeruk. Buto Monyet itu puluhan kali lebih gesit dari raksasa lain, dia mampu berlari dengan ringan, melompat dengan tepat dan menangkap si kambing dengan presisi.

CREKK, Sorak memuntahkan darah yang sangat banyak karena remasan si Buto Monyet. Tubuh kambingnya hanya sebesar telapak tangan si Buto Monyet, dalam sekali remasan semua organ tubuhnya pecah dan keluar dari mulutnya. Tubuh Sorak langsung mati detik itu juga, lalu dia hidup kembali di tempat yang sama karena sihir penyiksaaan di dimensi itu mencegahnya benar-benar mati. Rasa sakit yang dia rasakan tidak berkurang sama sekali.

Buto Monyet tampak senang melihatnya mati, raksasa berbulu itu berteriak mengambil tubuh Sorak lalu meminum darahnya.

Buto Monyet tampak senang melihatnya mati, raksasa berbulu itu berteriak mengambil tubuh Sorak lalu meminum darahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DANAU PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang