15. API DAN ANGIN

758 45 5
                                        

Putri Ambar tersulut emosi dan mengeluarkan pemantik apinya, dia membuat kobaran besar berbentuk ular piton besar yang melilit dan membakar tubuh Putra Azaleka. Seisi aula shock melihat Ambar membakar Azaleka. Tubuh Azaleka dililit ular api itu, bajunya terbakar dan kulitnya hangus.

"INI HUKUMAN UNTUK PRIA YANG MELECEHKAN WANITA ABARIA DAN SUKU PADANG PASIR" ucap Ambar dengan sangat marah.

Api membakar kulit Azaleka dengan cepat sampai kulit dan dagingnya gosong, tersisa tulangnya dan organ dalamnya yang sebagian juga hangus.

"Tuanku, ini diluar kendali" ucap Ratu Melati.

"Bila pertarungan begini lumrah dalam perebutan putri, maka pertarungan ini harusnya lumrah dalam perebutan pangeran. Para pria bisa mati demi seorang wanita, maka biarkan para wanita berkorban juga demi calon suaminya" jawab Raja "Selagi kita tidak ikut serta maka kita hanya bertugas menilai hasil akhirnya"

Putri Azalena tidak bereaksi meliat saudaranya terbakar habis oleh api Putri Ambar. Putra Azaleka hangus dan kobaran api membuat kulit serta dagingnya hangus terbakar, namun dia masih berdiri dan memegang kedua tangan Putri Ambar seperti zombie yang gosong.

"Kau tahu arti kekuatan Putri?" tanya Putra Azaleka dalam kondisi seluruh tubuh depannya hancur terbakar. Dia tetap berdiri tegak di dalam kobaran api tanpa sedikitpun tampak kesakitan.

"Kekuatan ada kehancuran, kekuatan adalah kekuasaan atas yang lemah, kekuatan adalah kemampuan yang dimiliki orang-orang terpilih untuk mampu mendominasi perang" jawab Putri Ambar yang membuat bola api dan menembakkannya ke dada Putra Azaleka yang sudah hangus.

Duar

Tangan kanan Putra Azaleka lepas dan jatuh ke lantai seperti kayu bakar terkena ledakan bola api itu.  Lalu tangan kirinya dipakai untuk menahan tangan Putri Ambar "Kau keliru, Jembatan yang kuat adalah jembatan yang mampu menahan beban, benteng yang kuat adalah benteng yang sulit ditembus. Kekuatan adalah ketahanan terhadap kehancuran Ambar. Dan manusia yang kuat, adalah manusia yang dapat mencegah kematiannya. Kekuatan muncul berlawanan dengan kelemahan utama manusia, yaitu rasa sakit. Dan aku, tidak punya kelemahan..."

Ambar yang marah mengumpulkan api ditangannya, membuat bola api yang lebih besar lalu mengarahkannya ke kepala Azaleka.

Putri Azalena mengeluarkan jarum dari rambutnya lalu menembakkan jarum itu ke leher Putri Ambar dengan jentikan jari. Putri Ambar terduduk lumpuh dan jatuh tanpa bersuara dalam hitungan detik, tangannya kaku dan kakinya lemas. Pengawal dari Abaria membopongnya, Putri Azalena mengambil kain untuk menutupi tubuh saudaranya.

Para penjaga Abaria mengarahkan pedang ke Azalena karena tindakannya yang melumpuhkan Putri Ambar.

"Aku hanya melumpuhkannya dengan racun bunga aster, dia tidak akan kesakitan" ucap Putri Azalena "Harusnya kalian berterima kasih karena aku mencegah perkelahian terjadi. Karena kalau kembaranku melawannya, jelas Putri Ambar akan kalah telak"

Putra Azaleka berdiri bugil, hanya ditutupi perut ke bawah dengan kain dari kembarannya yang juga tidak tebal. Penjaga Abaria mengamankan Putri Ambar dan keluar dari ruangan itu. Azaleka berjalan ke potongannya tangannya lalu membaca mantra yang membuat potongan tangannya hancur menjadi abu.

Ukino melihat Azaleka dengan kasihan, tubuhnya terbakar, tulang dan dagingnya gosong. Bahkan darahnya mengotori karpet aula. Tapi dia tetap hidup dengan organ tubuh yang mengelupas. Darahnya mengering dengan cepat dan tampak dia masih hidup wajar walaupun tubuhnya seperti mayat.

Sedangkan Semino fokus ke tubuh mulus Azaleka yang dapat menyembuhkan diri dengan cepat. Pria itu, selevel dengan kakaknya. Bisa Semino lihat perut rata Azaleka, bokongnya yang kencang, dan penisnya yang menggantung santai tanpa bulu mengingat tadi tubuhnya terbakar habis. Azaleka tampak seperti bayi baru lahir tapi dengan tubuh pria 17 tahun.

DANAU PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang