Cerita BL dewasa bergenre fantasi kolosal yang akan membawamu ke dunia fantasi di masa lampau.
Tentang dua orang pangeran yang terlahir di kerajaan Ananta. Putra Mahkota Ukino dan Kesatria terbaik Semino. Dua bersaudara itu menjalani kehidupan kepan...
TERIMA KASIH YANG REQUEST UNTUK DETAIL KE KARAKTER SEMINO DAN ARWANA
JANGAN LUPA VOTE, KALO RAME AUTHOR UP LEBIH CEPAT
BERIKAN KOMENTAR BILA ADA TYPO YANG MENGGANGGU
SELAMAT MEMBACA
12000 KATA, JADI BACA PELAN-PELAN YAHHH
PIRAMIDA UJUNG
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arwana jatuh dan mati dengan tubuh membeku, jantungnya tidak mampu memompa darah dalam tubuhnya. Suhu dalam dimensi pesta di ruang hukuman itu membuat tiap bulir air di tubuh Arwana mengeras dan itu benar-benar menyiksa baginya. Dia jatuh dengan kulit sekeras batu, dan wajah kosong menatap ke Semino.
"ARWANAA!!!" Semino tahu Arwana akan hidup kembali, tapi dia tidak mau Arwana hidup lagi hanya untuk mati berkali-kali. Dia keluar dari gua itu untuk mencari sesuatu guna menghangatkan pangeran sungai.
Dia tutup pintu gua itu dengan batu besar. Dia cabut beberapa pohon dari tanah, lalu dia bakar pohon itu di dalam gua yang dia tutup rapat agar angin dingin tidak masuk, dia buat ventilasi udara untuk mengeluarkan asap dan dia buat kolam air hangat lagi untuk Arwana. Semino menggali tanah, dia letakkan batuan gua di bawahnya, dia ambil bongkahan es yang bersih dan dia cairkan dengan aura perangnya.
Arwana dimasukkan ke dalam kolam air hangat di gua yang dipenuhi kayu terbakar itu. Sang Pangeran sungai membuka matanya dan Semino memeluknya dengan lega. Semino memeluk Arwana agar kehangatannya pindah ke tubuh yang beku itu. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Semino menyesali permainan yang dia buat.
"Kita tidak akan keluar dari gua ini sampai ada bantuan" ucap Semino yang memeluk erat Arwana dengan perasaan bersalah. Bersalah karena membuat Arwana tersiksa, dan merasa bersalah karena tidak mampu membantu Arwana menyelesaikan permainan kelereng-nya.
"Bukankah lebih baik kau biarkan aku membeku dan tidak perlu membuat gua ini hangat untukku. " ucap Arwana yang gemetar "Toh aku akan hidup lagi kan? coba saja bermain lagi Semino, biarkan aku membeku"
"Diamlah, kau beristirahatlah agar tubuhmu tetap hangat, jangan banyak bergerak karena udara disini dingin, tetaplah di dalam air" Semino memperkuat aura perangnya sehingga air disana semakin beruap.
"Sejak kapan kau jadi lembut begini, peduli dengan orang lain, dan tidak percaya diri" ucap Arwana yang mulai merasa hangat.
"Sejak aku kehilangan kejantananku" ucap Semino yang menunjukkan batangnya.
Batang yang mengecil karena dirinya dihukum. Hukuman yang dia dapatkan karena menghancurkan dimensi hukuman ini. Membuat benda yang biasanya seukuran pisang tanduk itu, sekarang seukuran cabe rawit.