What if : 1

9.9K 268 23
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.
.
.
.
.
.
.

Assalamualaikum para pembaca, budayakan follow dan vote serta komen ya.

Karna follow, vote Dan komen adalah bentuk dukungan kalian terhadap aku si penulis baru.

Budayakan pencet bintang ya, Agar author ini semangat nulis terus.

Bantu follow :
IG : @wattpadaqilahaeni
Tiktok : IbunAqilah




Halo semua, cerita ini hanya what if. Yaitu seandainya, berhubung ada yang bilang ending yang membagongkan, ada juga yang bilang ending nggak masuk akal.

Nih aku buatin what if, kemungkinan ada 5-10 bab lah ya. Kalau nggak mager, author juga sebenarnya belum bisa move on sama cerita ini, hehhehehe.

Jadii, selamat membaca. Ingat ini hanya what if, bukan ending yang sebenarnya.


































































Tangan kekar itu mengusap pelan dahi dan pipi milik istrinya itu dengan lembut, "Na, sayang, ada apa?" Tanyanya sambil berusaha membangunkan wanita cantik itu.

Mata bulat cantik itu membuka, menatap ke arah pria yang tengah menatap nya juga.

Nadien, dia langsung memeluk Gus Fathan. Merasakan mimpi tadi berasa seperti nyata untuknya, Gus Fathan yang bingung pun membalas pelukan istrinya itu.

"Kenapa sayang?" Tanya Gus Fathan sambil mengusap pelan punggung Nadien

"Jangan tinggalkan Nadien mas, Nadien nggak sanggup sendiri." Ujarnya memperat pelukan nya.

Gus Fathan mengangguk dan memberikan kenyaman kepada Nadien, "Gus, eh. Maaf ganggu Gus, tak kira kenapa lama, ternyata lagi romantis nih." Ujar Bayu kakak Nadien yang tiba-tiba muncul itu.

Nadien langsung melepaskan pelukan itu, dia malu. "Ada apa yu?" Tanya Gus Fathan yang kini membantu nadien keluar dari mobil itu.

"Aqilah kayak nya haus, dari tadi rewel." Ujarnya memperlihatkan ponakannya itu tampak menangis, Nadien yang melihat itu langsung mendekati Bayu.

Ia menggendong putrinya itu, "kamar aku sama mas Fathan dimana?" Tanya nya kepada kakaknya itu.

"Kamar kamu ya masih di kamar lama Na, sudah sana kasih Aqilah susu dulu. Kasihan ponakan cantik aku ini nangis karena ibu nya asik molor." Ucap Bayu sambil meledek adik nya itu.

Nadien hanya memasang wajah kesal, ia mendekati Gus Fathan yang sibuk mengeluarkan koper mereka dari bagasi. "Aku ke kamar duluan ya mas." Ujar nya dan Gus Fathan membalas dengan senyuman.

Setelah kepergian Nadien dan Aqilah, kini Bayu mendekati iparnya itu. "Nadine kenapa Gus? Mata nya sembab." Tanya Bayu penasaran.

"Mimpi buruk yu, mungkin Nadien kelelahan. Jadi bawaan mood jelek dia sampai ke mimpi," jawab Gus Fathan mengeluarkan satu koper milik putrinya itu.

"Sudah, tenang. Mending kamu bantuin saya bawain koper-koper ini." Pinta Gus Fathan memberikan koper berukuran sedang kepada Bayu dan meninggalkan iparnya itu.

CINTA TULUS GUS GALAK (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang