EXTRA CHAPTER ENDING

16.9K 337 37
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.
.
.
.
.
.
.

Assalamualaikum para pembaca, budayakan follow dan vote serta komen ya.

Karna follow, vote Dan komen adalah bentuk dukungan kalian terhadap aku si penulis baru.

Budayakan pencet bintang ya, Agar author ini semangat nulis terus.

Bantu follow :
IG : @wattpadaqilahaeni
Tiktok : IbunAqilah

⚠️DIBERITAHUKAN, CERITA KALI INI MUNGKIN SEBAGIAN PEMBACA AKAN MERASA TIDAK NYAMBUNG DAN BINGUNG. KARENA CERITA SENGAJA DI BUAT MENGGANTUNG UNTUK KEPERLUAN SEASON 2 MENDATANG. TERIMAKASIH  ⚠️





7 tahun kemudian...

"Umi... Umi dimana?" Teriak seorang gadis berumur sepuluh tahun itu.

Ia memasuki rumah sederhana itu, menaruh tas sekolah di kursi. Mencari keberadaan seseorang yang selalu membuatnya merasa aman.

"Umi... Abii..." Panggilnya lagi yang kini menuju ke arah dapur.

Seorang wanita berumur tiga puluh lima tahunan itu kini keluar dari sebuah kamar mandi, "Kenapa nak? Kenapa teriak-teriak sayang." Kini mendekat ke arah gadis cantik itu.

"Lihat, Qila bawa apa," kini gadis cantik dengan kerudung putih itu mengeluarkan sebuah kertas ujian dan sebuah bunga tulip putih ke arah uminya itu.

"Masyallah, selamat nak." Kata wanita yang di sebut Umi itu, gadis cantik itu tersenyum bahagia.

Mata cantik yang berbinar itu mengingatkan kepada seorang wanita, wajah cantik yang teduh itu mengingatkan kembali kepada seorang pria dengan tatapan lembut kepada seseorang itu.

"Ayo kita lihat kan ke abi, malam ini umi masakin makanan kesukaan Aqilah, okey nak?" Tuturnya dan gadis Bernama Aqilah itu mengangguk .

Kini Aqilah dan wanita itu menuju halaman belakang, mendapati seorang pria berumur lebih tua tiga tahun dari wanita itu.

"Abi, coba lihat, Aqilah dapat nilai bagus lagi Abi." Teriak wanita bernama Marwah itu.

Pria bernama kiyai Fathir itu tersenyum dan mencium pucuk kepala gadis cantik itu, "Barakallah nak, selamat ya sayang nya Abi." Ujar nya sambil mengelus kepala berbalut hijab putih itu.

Gadis cantik berumur sepuluh tahun itu tersenyum, mata indah nya benar-benar bisa menghipnotis siapapun yang menatapnya.

"Berarti, Aqilah di bolehkan ikut latihan vokal kan Abi? Iya kan bi? Boleh kan?" Rengeknya dan kiyai Fathir itu mengangguk.

Tampak raut wajah Aqilah senang, bahkan sampai lompat-lompat kegirangan.

"Asyikkkkk... Aqilah udah boleh nyanyi lagi." Kata nya sambil berlari-lari tak jauh dari kedua orang tua nya itu.

Umi Aminah tersenyum, ia mendekati suaminya itu. Kiyai Fathir memeluk dari samping istrinya itu, mencium sekilas kening istrinya.

CINTA TULUS GUS GALAK (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang