Chapter 26 - Cinta Atau Persahabatan

745 113 20
                                        

Gema masih belum bisa menenangkan diri pasca lamaran yang Gana tawarkan padanya. Percakapan satu jam lalu yang dia lakukan bersama Gana masih terekam jelas dalam ingatan, membuat Gema merasa takut dan juga gelisah bukan main.

                "Aku tahu, ini terdengar aneh. Tapi entah kenapa, sejak melihat keakraban kamu sama Mama, bahkan Arin, aku mulai berpikir... kenapa kita nggak memulai sebuah hubungan yang lebih berharga dari persahabatan? Jujur aja, aku memang belum mencintai kamu, dan aku juga tahu, kamu belum mencintai aku. Tapi aku percaya, kita bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi. Aku bisa menjadi rumah yang selama ini kamu butuhkan. Aku bisa menjaga kamu tanpa kamu harus merasa takut dikecewakan. Dan kamu... bisa menjadi rumah yang aku impikan selama ini. Rumah di mana aku bisa merasa tenang dan aman, selama ada kamu di dalamnya. Rumah di mana aku diterima tanpa harus merasa tertekan, rumah yang direstui oleh semua orang. Termasuk Mama."

                Saat itu, sejujurnya Gema memiliki keberanian untuk memberitahu Gana apa yang telah terjadi salam ini antara Gema dan Bara. sungguh Gema ingin mengatakannya. Namun ketika Gana menyebut Mamanya, Gema merasa terkejut.

                "Restu... Mama kamu?"

                "Hm."

                "Maksudnya apa, Gan?"

                "Mama bilang, andai aja kamu bukan mantan istri Bara, Mama pasti minta aku segera melamar kamu. Karena Mama menyukai kamu, Gem. Apa yang kamu lakukan selama ini untukku, untuk keluargaku, semua itu... berarti banget untuk Mama."

                "Tapi kenyataannya, aku adalah mantan istri Bara. Aku adalah mantan istri sahabat kamu, Gan. Tante Prita nggak mungkin—"

                "Asalkan kamu setuju, aku bisa menjamin kalau kali ini nggak akan ada satu orang pun yang bisa merusak semua mimpi-mimpi kita, Gem."

                "Termasuk Tante Prita?"

                Saat itu Gana tersenyum. senyumannya begitu tulus, tanpa beban, seolah apa yang dia katakan saat ini adalah sesuatu yang akan menjadi nyata. "Mama akan menjadi orang pertama yang paling bahagia di antara kita semua, saat kamu setuju menjadi menantunya, Gem."

                Katakan saja Gema pengecut. Karena begitu nama Prita disebut-sebut sebagai alasan, Gema merasa lidahnya kelu untuk mengatakan yang sejujurnya. Maka saat Gana meminta Gema untuk memikirkan tawarannya, Gema hanya mengangguk lemah.

                Lalu kini, Gema hanya bisa berbaring meringkuk di atas ranjang, dengan kepala yang terasa penuh oleh segala hal yang berkecamuk di dalamnya.

                Seolah tak cukup dengan semua ini, ponsel yang tergeletak di sampingnya berdering. Nama Bara muncul di layarnya, membuat Gema gemetar ketakutan.

                Bara...

Gana...

                Bagaimana bisa mereka berdua melamar Gema dalam waktu yang bersamaan?

                Sejujurnya, Gema ingin sekali menerima lamaran Bara. Sungguh dia sudah tidak sabar untuk merajut mimpi mereka yang sempat tertunda. Hanya saja, Gana membuatnya goyah. Meski bukan hatinya, karena Gema hanya bisa mencintai Bara, namun belas kasih Gema sulit sekali memilih untuk tegas.

                Gana baru saja kehilangan Papanya, begitu pula keluarga Gana. Gema tahu seperti apa Gana. Meski dia sering tertawa, namun Gema tahu betapa hancur dan remuk redam hatinya saat ini. Gema pun tahu, jika Prita adalah alasan Gana melamar Gema. Sialnya, alasan itu justru semakin membelenggu Gema.

Unstoppable 3Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang