Bara pikir, Gema akan menyebut Korea Selatan sebagai destinasi Honeymoon yang mereka tuju. Mengingat betapa tergila-gila Gema pada para lelaki tampan di negara itu, dan juga keinginan Gema yang dulu tidak pernah Bara penuhi, Bara sangat yakin, Gema akan memaksa Bara untuk pergi ke sana. Atau paling tidak, negara Eropa yang juga sering kali membuat Gema ingin pergi mengunjunginya.
Tapi tebakan Bara meleset. Sangat jauh. Hingga Bara benar-benar ingin mencoret kata Honeymoon di dalam dunia ini saking tak percaya di mana mereka menginjakkan kaki untuk melakukan kegiatan sialan yang dinamakan honeymoon.
"Wah... nggak kalah ganteng dari Gana, ya, Gem."
"Beruntung kamu, Gem."
"Tapi kamu juga beruntung, Mas, bisa menikah sama Gema. Anaknya baik loh."
"Selamat, ya, Gem. Langgeng terus."
Berbeda dari Gema yang tersenyum malu-malu berdiri di sampingnya, Bara hanya memasang wajah datar dan juga tatapan malas di hadapan lima Ibu-Ibu yang mengerubungi mereka. Sejak melihat Gema dan Bara keluar dari mobil, mereka semua langsung menghampiri. Membuat Bara semakin kesal saja. Bagaimana bisa Gema memilih desa sialan ini sebagai tempat mereka berbulan madu.
"Masih, ya, semuanya." Ucap Gema dengan senyuman manis.
"Eh, Gem, kamu nggak mau buat acara kecil-kecilan gitu? Biar warga desa bisa ikut merasakan kebahagiaan kalian berdua."
Bara menahan bola matanya agar tidak berputar jengah.
"Rencananya sih, gitu, Bu..."
Jawaban yang Gema katakan berhasil membuat Bara menoleh cepat padanya.
"Aku di sini cuma sebentar, soalnya... aku harus menetap di kota, ikut suami." Gema tersenyum lagi. Rasanya menyenangkan sekali bisa menyebut Bara sebagai suaminya lagi. "Jadi, sebelum pamit sama semua warga desa, aku mau buat acara kecil-kecilan biar kita semua bisa ngumpul bareng-bareng."
Apa-apaan ini!
"Oh... jadi kamu nggak akan tinggal di sini lagi, Gem?"
Gema menggelengkan kepala, membuat mereka semua menatapnya sedih.
"Sebenarnya sedih juga kalau kamu nggak bakal tinggal di sini lagi. Tapi nggak apa-apa, lihat kamu bahagia begini, Ibu senang banget." salah satu dari mereka mengusap lengan Gema lembut.
Kali ini Bara cukup tertegun menyadari ketulusan mereka untuk Gema.
"Oh, iya!" salah satu yang lain menepuk tangannya girang. "Soal acara itu... gimana kalau kita sekalian buat pesta yang meriah untuk Gema. Makan-makannya dari Ibu, deh."
"Ibu nanti panggil organ tunggal."
"Si Tuti, anak desa sebelah pintar make up katanya, biar Ibu yang bayar. Pokoknya kamu harus dandan cantik, Gem."
"Urusan undang warga desa, serahin sama Ibu."
Gema tersenyum senang, sementara Bara mengangakan mulut tak percaya. Lalu Bara berdeham, tersenyum kaku pada mereka semua. "Hm, maaf sebelumnya, tapi... saya sama Gema mau istirahat dulu."
"Oh, iya... iya... silahkan."
"Duh, pengantin baru... maunya berduaan terus."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unstoppable 3
RomanceSetelah dua tahun hidup tanpa tujuan, pasca perceraian yang telah membuat hidup Bara hancur berantakan, dia kembali bertemu Gema, sang mantan istri yang sempat menghilang. Sejak awal, meski mengabulkan permintaan Gema untuk bercerai, namun Bara tida...
