Setelah puas bermain PS di dalam rumah, Rendra mengajak semua orang untuk pindah ke gazebo dekat kolam renang. Udara malam yang sejuk ditambah gemericik air dari kolam membuat suasana semakin santai.
"Kalian pada laper nggak sih? Gue ada stok mie instan di dapur," tanya Rendra sambil jongkok di dekat kursi.
"Mie instan boleh, tapi jangan yang lo masak, Ren. Terakhir lo masak mie, rasanya kayak air hujan," ledek Bimo, membuat yang lain tertawa.
"Wah, lo ini nggak tahu terima kasih, anjay. Itu mie spesial resep keluarga, ngerti nggak?" balas Rendra sambil melempar tatapan protes.
"Ada buktinya nggak kalau itu resep keluarga? Gue rasa lo cuma asal campur bumbu terus nyebutnya ‘spesial,’"sambung Gio, menambah panas suasana.
Rendra mendengus kesal pura-pura, lalu menunjuk Keyfano. "Gue masakin buat lo aja, Key. Lo pasti bakal bilang enak."
"Hmmm, gue hargain, yaa walaupun bohong soal apa yang gue rasain tentang masakan lo ya" celetuk Keyfano, menyesuaikan celotehan teman-teman sepupunya.
"Anjir lo semua, kesel gue" Rendra pura-pura marah, Pria itu pergi ke dapur untuk memasak mie instan.
Sambil tersenyum licik, Bimo mendadak mengganti topik pembicaraan. "Gi, bini lo nggak nyariin? Udah jam segini," tanyanya dengan nada menggoda, membuat semua perhatian tertuju pada Gio.
Gio mengangkat bahu santai, sembari tersenyum tipis. "Santai aja, gue udah bilang pulang jam sembilan. Jadi aman lah," jawabnya dengan nada tenang, seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Keyfano, yang sedari tadi lebih banyak mendengarkan, mendadak mengernyitkan alis, menatap Gio dengan penuh rasa ingin tahu. "Tunggu-tunggu... bini? Maksudnya, lo udah nikah, bro?" tanyanya dengan nada tak percaya. Ekspresinya menunjukkan kekagetan yang tak ia sembunyikan, seakan kabar itu begitu tak terduga.
Gio terkekeh kecil, melipat tangannya dengan sikap santai. "Haha, iya Key, gue udah nikah. Malah sebentar lagi bakal jadi bapak. Istri gue lagi hamil," ucapnya dengan nada hangat, senyumnya melebar ketika menyebut calon anaknya.
Mendengar itu, Keyfano terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum lebar. Matanya berbinar, mencerminkan ketulusan dalam ucapannya. "Wuih, keren. Jadi ayah muda nih ceritanya," ucapnya dengan nada penuh penghargaan.
Baru saja membicarakan sesuatu tentang Valeska, tiba-tiba ponsel Gio yang tergeletak di atas meja bergetar. Layar menampilkan foto profil seorang wanita cantik_Valeska. Wajahnya tersenyum lembut, cukup untuk menarik perhatian siapa saja yang melihat. Keyfano, yang duduk di dekat Gio, tak bisa mengalihkan pandangannya dari layar itu.
"Itukan foto Valeska? Istri Gio, Valeska?" gumamnya dalam hati dengan perasaan campur aduk begitu melihat wajah yang dulu pernah mengisi hari-harinya.
"Ya elah, baru juga bilang aman, malah udah di telfon" ucap Bimo, menyadarkan Gio yang sedang meminum sambil melirik layar ponsel itu.
Gio menaruh gelas di atas meja, dan segera meraih ponselnya dan menjawab panggilan tersebut.
"Kenapa, Val?" sapanya lembut.
Deg...
Keyfano merasakan detak jantungnya semakin berat. "Val? Apa itu benar-benar Valeska? Haha kocak. Gue kira mantan gue masih sendiri. Eh, ternyata udah nikah, sama sahabat sepupu gue lagi," pikirnya, senyum getir tersungging di wajahnya.
Dia mencoba menahan perasaannya, tapi hatinya tak bisa tenang. "Cewek secantik dan seclingy dia sekarang udah jadi milik orang lain? Padahal niat gue balik ke Indonesia kan buat nyari dia..." batinnya, sementara pikirannya terus berputar di sekitar masa lalu mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
GIOVA 2
Teen FictionEND! 08 Desember 2024 Lima tahun setelah menikah, kehidupan Gio dan Valeska dihadapkan pada ujian besar. Valeska, yang hampir menyelesaikan kuliahnya, terpaksa harus mengambil cuti karena sebuah keadaan darurat yang tak terduga. Meskipun Gio semaki...
