Part 16~Time Together

3.3K 187 15
                                        

Valeska terbangun lebih dulu, menatap Gio yang masih terlelap. Tanpa suara, ia perlahan bangkit, mengenakan sandal berbulu lembut yang khusus ia pakai di dalam kamar.

Dengan langkah ringan, ia menuruni tangga, menikmati suasana pagi yang segar.

"Bi," panggil Valeska lembut.

"Iya, Non?" jawab Bi Sari, tersenyum ramah.

"Valeska lagi pengen makan udang balado, Bi. Boleh masakin?" pinta Valeska, matanya berbinar penuh harap.

"Boleh banget, Non. Tapi sayangnya tadi bibi nggak sempat beli udang pas ke pasar," jawab Bi Sari sedikit menyesal.

Valeska mengangguk pelan, lalu bertanya, "Pak Aris udah pulang, Bi?"

"Masih ada, Non, lagi nyuci mobil Den Gio," sahut Bi Sari.

"Kalau gitu, Valeska minta tolong aja ke Pak Aris buat beliin udang ke pasar," ucapnya sambil tersenyum. Pak Aris memang sopir pribadinya dulu, namun sejak Valeska hamil, perannya lebih banyak membantu di pagi hari dan menjaga kebersihan mobil Gio sebelum kembali ke rumahnya.

Valeska menghampiri Pak Aris yang sibuk mencuci mobil suaminya. "Pak," panggilnya.

"Iya, Non?" Pak Aris menoleh.

"Boleh minta tolong beliin udang ke pasar ngga, Pak? Nanti upahnya saya tambahin," ucap Valeska, senyum ramahnya tak pernah lepas.

Pak Aris mengangguk dengan semangat. "Wah, boleh banget, Non!"

Valeska menyerahkan dua lembar uang merah muda padanya. "Ini, Pak."

Pak Aris menerima uang itu, lalu berlalu menuju pasar.

***

Sementara itu, Gio perlahan membuka matanya dan menyadari Valeska tak lagi di sampingnya. Ia menyingkap selimut yang masih menutupi tubuhnya dan menatap sekeliling kamar.

"Val?" gumamnya, sambil mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup. Tak ada sahutan. "Mungkin ke bawah," pikirnya.

Setelah mencuci muka, Gio menuruni tangga dan menemukan Valeska sedang duduk santai di depan televisi.

"Kamu kok nggak bangunin aku?" tegurnya, setengah bercanda.

Valeska meliriknya dengan senyum kecil. "Emangnya kenapa? Mau berangkat pagi?"

Gio menggeleng, lalu duduk di sampingnya. Ia mengambil cemilan dari toples yang berada di pangkuan Valeska. "Ya, nggak si," jawabnya santai.

"Kak," panggil Valeska pelan.

"Iya, sayang?"

"Apa yang kamu bilang semalam, bukan karena cari aman, kan?" tanyanya, suaranya penuh keraguan.

Gio menatapnya serius. "Enggak, Valeska. Aku ngomong serius" ucapnya tulus, tanpa keraguan sedikit pun.

Valeska mengangguk pelan, merasa lebih tenang. Namun, sesaat kemudian, ia kembali memanggil. "Kak?"

Gio menghadapnya, suaranya lembut. "Ada apa?"

"Aku pengen jalan deh, Kak. Suntuk banget di rumah terus," ucapnya, sedikit manja.

Tanpa menjawab, Gio berdiri dan berjalan menuju meja telepon di samping tangga. "Mau nelfon siapa, sih?" tanya Valeska penasaran. Tapi Gio tetap diam.

Ia mengangkat telepon dan berbicara dengan sekretarisnya. "Siska, jadwal meeting saya hari ini tolong dipindah ke hari lain, ya."

"Baik, Pak," jawab suara di seberang.

Setelah meletakkan telepon, Gio kembali ke samping Valeska yang tersenyum senang melihat keseriusan suaminya.

GIOVA 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang