45

3.2K 160 122
                                        

Di hari H-1

Gempa menatap kosong pada semua orang yang sedang membangun dan mendekorasi seluruh ruangan untuk hari pernikahan besok.

Semuanya memang sudah selesai dari di hari H-3 nya,tapi pria itu malah mengambil dekorasi lain nya.

Semuanya sudah lengkap tanpa kekurangan apapun,pria itu tersenyum senang sambil memeluk Gempa dari belakang, hidung nya menghirup aroma tubuh Gempa yang membuat nya candu.

" Besok...besok kita akan menikah,kau senang?" Kata pria itu

Pria itu, Zoel namanya,pria yang pernah di selamatkan oleh Gempa di sebuah gang kecil yang sedang di keroyok banyaknya preman.

Dia tumbuh dengan cepat dari semua pemuda dan berakhir menjadi seorang pria yang jauh lebih kuat.

Zoel terus mencari keberadaan sosok Gempa yang telah menyelamatkannya,tapi keberadaan nya tidak di temukan, seakan-akan ada sesuatu yang menahan sosok Gempa dari dunia, seperti tidak memperbolehkan Gempa di lihat oleh siapapun itu.

Dan kini Zoel merasa senang,dia berhasil menemukan Gempa,berkat kesepakatan seorang gadis yang membenci Gempa.

Gadis itu terus memintanya untuk menculiknya dan membunuhnya,tapi Zoel tidak melakukan itu,siapa sangka jika target nya kali ini malah seorang remaja yang dia cari-cari dari dulu.

Di saat penyerangan sepihak itu, Zoel memutuskan untuk pergi dari negara itu membawa Gempa ke negara lain untuk hidup bersamanya.

Negara Italia.

Ya Zoel membawa Gempa ke Italia untuk hidup bersama,dan sekarang mimpinya terwujud,besok mereka akan menikah.

Zoel tersenyum semakin lebar,di mencium perpotongan leher Gempa, bahkan mencium pipinya dan nyaris mengenai bibirnya.

" Kita akan hidup bahagia Gempa hahah"

"....."

Zoel tiba-tiba saja menarik tangan Gempa, menyeretnya ke suatu tempat, sementara Gempa hanya diam saja.

Sesampainya di kamar.

Zoel mendorong Gempa masuk ke dalam,lalu melemparnya ke ranjang yang sudah di dekorasi sedemikian rupa.

Zoel mencari sesuatu di bawah ranjangnya, hingga dia langsung memasangnya pada pergelangan kaki Gempa.

Rantai berbulu berwarna pink (maaf gak ada fotonya) , untuk mencegah pergelangan kaki Gempa supaya tidak lecet.

Zoel tersenyum senang" aku takut kamu akan pergi, karena besok kita akan menikah, beristirahat lah sayang~"

Zoel mencium kening Gempa dan langsung pergi dari kamar tak lupa menguncinya dari luar.

Gempa hanya diam menatap kosong pintu yang tertutup itu,air matanya kembali turun.

" Aku harus bagaimana? Aku mau pulang"

Gempa langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang" Ochobot....bantu Gempa,kapan kamu muncul?"

skip

Hari yang Gempa takut-takuti tiba,hari ini adalah hari di mana dia menikah, Gempa menatap gugup pada dirinya di pantulan cermin,dia sudah memakai jas putih dengan area bawahnya yang di buat seperti gaun wanita,tak lupa memakai mahkota dan renda-renda memperhias kepalanya.

Kedua tangannya meremas kuat buket bunga mawar merah (lah namaku sendiri :V )

Pintu ruangan itu terbuka muncul beberapa pelayan wanita masuk ke dalam.

Mereka tersenyum lembut mencoba membuat Gempa tidak gugup, walaupun percuma.

" Tuan muda,anda cantik sekali, sangat menawan~" pelayan 1

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 31, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GEMPATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang