43

1.3K 70 30
                                        

" ARGHHHHHH!! HAH...HAH..HAH!"

" Sayang? Ada apa? Bernafslah! Tenang-tenang" kata Amato, tangannya mengusap punggung istrinya yang tiba-tiba saja bangun dari tidur dengan keadaan berantakan seperti ini

Mata kembali menangis,dia memeluk Amato" hisk...mas anakku mas anakku,hisk...aku mimpi buruk mas!"

" Tenang-tenang,pasti Gempa ketemu, bersabarlah sayang,para polisi pasti menemukan Gempa" kata Amato mencoba menenangkan Mara

" Kapan mas? Udah seminggu belum ada kabar apapun" kata Mara

Amato menatap nanar pada istrinya" pasti ketemu, bodyguard mas udah mas sebar ke seluruh tempat,pasti mereka menemukan nya,sabar ya sayang,sabar"

Mara kembali menangis di pelukan Amato tentunya di balas oleh nya, hatinya mengucapkan di supaya anaknya cepat ketemu.

" Daddy janji, Daddy akan menemukan mu nak, tunggu Daddy ya Gempa " batin Amato

Di luar kamar

Trio TTM hanya bisa menunduk kepalanya tak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi Taufan yang berstatus sebagai kakak tertua pun meras tidak berguna.

" Kenapa selalu saja masalah datang ke adikku? Kenapa jadi begini? Kenapa aku begitu lemah di saat adikku hilang,aku malah berdiam diri di sini?!" Batin Taufan

Blaze dan Thorn hanya diam menatap Taufan yang sedang ribut dengan pikirannya, tidak hanya Taufan saja, mereka juga berasa gagal menjadi seorang kakak untuk Gempa.

Sementara di apartemen.

Halilintar memijit pelipisnya yang berdenyut pusing,iris Ruby nya menatap kedua babunya yang sedang berkerja sama.

Ice berdecih kesal,dia mendorong komputer nya kasar,dia merasa gagal menjadi seorang hacker terbaik.

" Rekaman cctv-nya benar-benar di hapus!" Kata ice

Solar menghembuskan nafas panjang,dia cukup lelah tapi dia tidak boleh menyerah.

" Sudah ada petunjuk?" Tanya Halilintar

Mereka berdua menggeleng.

" Orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan, mereka bahkan berhasil mengalahkan ice" kita Solar

Ice mendengus.

Halilintar hanya menghembuskan nafas panjang, tubuhnya sangat letih sekali,dia juga jarang tidur bahkan hampir tak pernah hanya untuk menemukan Gempa,tapi apa? Usahanya hanya sia-sia.

Solar langsung memasang wajah serius, membuat keduanya menyerit.

" Halilintar"

Halilintar mengangkat sedikit alisnya, sekarang menjawab 'apa'

" Kau... sudah seharusnya menerima gadis itu" kata Solar tiba-tiba

Kening Halilintar mengerut tak suka dengan perkataan Solar barusan.

" Apa maksudmu"

" Dia mencintai mu, lupakan Gempa" kata Solar

" Gue gak!" Tolak Halilintar marah

Solar langsung mendekati Halilintar,dia langsung berbisik-bisik padanya, sementara ice yang melihat nya menyerit tak senang, takut-takut mereka membisikkan nya kan?

Gak boleh ge-er ice!

Mimik wajah Halilintar menggelap, hingga dia mengangguk.

" Baiklah..."

.
.
.

Kembali ke sekolah, seperti biasa tidak ada yang menarik di hari ini, terasanya bosan sekali.

GEMPATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang