44

1.3K 74 11
                                        






Di malam harinya, Halilintar turun dari mobil sport miliknya,iris Ruby nya menatap bangunan yang di duga apartemen itu, yang terbilang cukup sepi, karena hampir semua apartemen itu kosong dan tidak mau menempatinya karena biayanya yang terlalu mahal.

Halilintar berjalan memasuki apartemen,matanya menatap layar ponselnya yang menyalah.

" ke apartemen ku,no 105,aku menunggu mu di sana ❤️"

Pesan dari Elwa,dia hanya menatap datar pesan itu,dan terus naik ke atas.

Sesampainya di kamar no 105, Halilintar mengetuk pintu itu, hingga tak lama pintu itu terbuka muncul seorang gadis dengan pakaian yang amat minim.

Elwa tersenyum lebar, tangannya terjulur mengusap rahang Halilintar" masuklah~"

Halilintar masuk ke dalam, sementara Elwa langsung mengunci pintu kamar apart nya,dia menghadap Halilintar dengan wajah menggoda.

" Sudah ku bilang,aku akan membantumu" kata Elwa

" Memangnya kamu bisa membuat ku puas?" Tanya Halilintar dengan seringainya

Hal itu tentunya membuat Elwa merasa tertantang.

" Tentu aku bisa membuatmu puas" kata Elwa

" Baiklah,aku ingin melihatnya" kata Halilintar

Elwa langsung mendorong Halilintar hingga Halilintar duduk di tepi ranjang,Elwa sendiri berdiri di hadapannya,dan mulai melakukan gaya yang menurutnya bisa membuat para pria terangsang.

Halilintar bersiul,hal itu membuat Elwa tersenyum senang,dia mulai melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyusahkan pakaian dalamnya.

" Tunggu!"

Elwa yang ingin melakukan gerakan lagi langsung terhenti,dia melihat Halilintar yang sedang merogoh saku celananya, hingga mengeluarkan sebuah kain hitam panjang dan sebuah obat.

" Sangat tidak asik jika kamu tidak menutup matamu dan meminum obat ini" kata Halilintar

" Tanpa dua benda itu aku bisa sayang" kata Elwa

Halilintar menggeleng" jika kamu tidak mau,tidak apa-apa"

Elwa panik,dia langsung menahan Halilintar yang berniat ingin berdiri" jangan, baiklah aku akan memakainya"

Halilintar tersenyum lebar,hal itu semakin Elwa terpesona" kalo begitu kamu minum obatnya  dulu dan langsung tutup Mata kamu,bisa?"

Elwa mengangguk,dia langsung meminum obat itu dan langsung memasangkan kain hitam itu pada matanya.

" Sudah"

Halilintar hanya diam menunggu reaksi obat itu, hingga dia menyirangi karena obat itu sudah mulai bereaksi, melihat Lieta yang mengusap seluruh tubuhnya yang terasa tak nyaman.

" Panas, tubuhku panas sayang~"

Halilintar langsung memasang wajah datar dan bengkis,dia langsung menarik tangan Lieta kasar membuat tubuh gadis itu terbaring di atas ranjang dengan keadaan terlentang.

" arghnnn~~ sayang~"

Halilintar mendengus,dia langsung berjalan ke arah pintu, membuka pintu itu dan membiarkan sepuluh orang  dengan wajah babak belur masuk ke dalam,di ikuti oleh dua pemuda di belakang.

" Apa sudah?" Tanya Solar

Halilintar hanya mengangguk,iris nya menatap ice yang sedang memegang sebuah kamera.

Ice yang tau mengangguk patuh,dia langsung mengarahkan kamera itu pada Lieta yang sedang di kelilingi oleh sepuluh orang laki-laki.

Halilintar mengambil duduk di sofa, jarinya menunjuk pada satu laki-laki yang terdapat luka parah di wajahnya, bahkan mata kirinya telah hilang " kau mulai dulu"

GEMPATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang