Cieee yang nungguin. Hayo sapa yang nunggu part ini?
Warning! sensitive content!
****
Tubuh tegap itu beberapa kali terhuyung merasakan panas di tubuhnya serta pusing yang melanda. Nafasnya terengah . Menyadari jika sekarang ia jauh dari tempat pesta membuatnya sedikit lega. Tubuhnya ambruk di dinginnya lantai dengan punggung yang bersandar pada dinding.
Matanya berubah sayu, dengan detak jantung yang berdecak dengan cepat. Elard tak bodoh untuk menyadari keadaan tubuhnya. Dalam hati ia mengumpat siapa pun pelaku itu.
"Sial."
"El? Is that you ?"
Elard mendongak dengan wajah merah. Mencoba menatap dengan benar sosok di depannya. Namun, dari suaranya, jelas seorang perempuan
" why are you here? Bukannya bergabung sama yang lain ?"
Karena tak mendapatkan jawaban. Cewek itu kembali melayangkan pertanyaan. "Lu sakit ?"
"Ya, bisa bantu gua. Kepala gua pusing."
"Okey!"
Cewek itu memapah tubuh besar Elard dengan sedikit kesusahan sebab perbedaan tubuh mereka.
"Gua bawa lu ke kamar buat istirahat ya?" Elard berdeham dengan suara serak
♧♧♧
Lio merasa jika hari ini adalah hari sialnya. Sepertinya ia harus mandi bunga tujuh rupa agar kesialan yang berkali-kali datang kepadanya itu hilang.
"Anjing, ini dimana co. Ni rumah apa gedung kenegaraan, gede bener. Mana hp lowbet lagi. Asu emang." Umpat Lio menatap lorong panjang yang sepi
Awalnya ia bareng dengan Rain dan Kim namun entah bagaimana bisa ia terpisah sendiri seperti sekarang.
Ia melewati lorong yang teramat sepi dengan jejeran pintu yang tertutup rapi.
"Kaya hotel aja nih rumah." Gumangnya
Langkahnya berhenti ketika melihat sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka. Ia menajamkan pendengarannya saat mendengar sebuah suara. Bulu kuduknya merinding.
"Sialan. Masa iya ada setan disini." Gumangnya
Dengan rasa takut, ia mulai mendekat ke arah kamar yang membuatnya penasaran. Jantungnya berdebar, suara yang ia kira makhluk halus itu terdengar lebih jelas. Suara serak dan dalam.
Matanya membulat menyadari jika didalam sana adalah sosok yang ia cari. "Elard?"
Ternyata Elard memiliki pendengaran yang tajam. Terbukti lelaki itu menoleh dengan sedikit terkejut mendapati Lio berada dalam ruangan yang sama dengannya.
"Lu di cari ege sama kita. Lu kemana ajaa? Lu malah enak-enakan dikamar?! Maksud lu apa huh? Mau ngerjain kita lu?" Cerocos Lio belum menyadari keadaan Elard. Kesal karena pertanyaannya tak di balas, Lio mendekat dengan hati jengkel. Oh, ayolah. Dia dan yang lain berputar mengelilingi rumah tidak, sebuah istana hanya untuk mencari sosok yang tengah duduk di pinggir ranjang.
Elard menggeram rendah. Ia sudah tak bisa lagi menahan ledakan di tubuhnya. Apalagi omelan Lio membuatnya tambah pusing. Dengan sekali tarikan, tubuh Lio limbung ke arahnya. Lengannya memeluk pinggang Lio, yang ternyata ramping.
"Lu terlalu berisik!" Ucap Elard dengan suara begitu rendah dan serak
Mata Lio melotot. Sial, otaknya begitu lemot menyadari keadaan Elard sekarang. Apalagi ia bisa merasakan tubuh Elard yang panas. Ia panik dan mencoba melepaskan diri dari rengkuhan Elard.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Teen FictionAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)