37

7.4K 522 3
                                        

Halo semuaa, terima kasih atas dukungan serta doa kalian🤍
Aku terharu banget. Lov u allah

Untuk part ini aku minta maaf jika ga terlalu feel. Karena ini udh di draf cukup lama. Aku sempetin buat up

Cukup nikmati aja. Kalau engga suka ya udh😊

Selalu sehat untuk kalian semua


*


*

Tak ingin membuang waktu, Elard segera turun setelah berhasil memarkirkan mobilnya. Ia berjalan menuju lift yang ada di basement lalu menekan tombol lantai dimana ia tinggal.

Lift berdeting. Kaki panjangnya melangkah keluar menuju letak kamarnya.

Setelah menempelkan kartu pada pintu, pintu pun terbuka. Lampu masih terang namun tak ada suara kehidupan dari dalam. Apakah Lio benar-benar mati karena kehausan?

Ia menyenyahkan pikiran konyolnya. Namun, jika ia ingin memastikan ,tidak masalah bukan?

Elard masuk, dan hening ada tanda kehidupan sedikit pun. Ia menoleh ke arah sofa dimana satu sosok tengah tertidur pulas. Dari dapur, Lio keluar dengan handuk yang tersampir di kedua bahunya. Lelaki itu baru saja selesai mandi.

"Gua kira lu mati." Gumang Elard tapi masih mampu di dengar

"Matamu!"

"Angkat adik lu, pindahin ke kamar atas. " Ucap Elard

"Lu kelamaan bangsat!" Umpat Lio

"Kenapa, kangen lu?" Raut wajah Lio berubah masam. Ucapan Elard membuatnya merinding. "Sinting."

Lio segera memindahkan Lynda ke kamar yang di tunjukkan sang tuan rumah. Perempuan itu sejak tadi mengeluh mengantuk, akhirnya Lio menyarankan agar tidur di sofa terlebih dahulu. Sebab ia tak tahu dimana letak kamar yang akan mereka tempati.

"Gua bawa makanan. Harusnya yang satu buat adik lu sih." Kata Elard menaruh dua bungkus nasi goreng yang sempat ia beli tadi.

Setelah menganta Lynda. Lio bergabung di ruang tengah. Dengan tak tahu malunya, Lio mengambil satu bungkus nasi goreng itu dan memakannya. Sungguh, perut nya sangat kosong.

"Tapi lu kek orang belum makan tiga hari, jadi makan semua aja." Kata Elard menatap bagaimana cara makan Lio yang lahap

"Emang mau gua makan semua." Balas Lio

Elard mengedikkan bahunya acuh. "Lo kerja sesuai ada yang di kontrak."

"Gua paham."

Setelahnya ia beranjak, berjalan menuju kamarnya untuk istirahat. Meninggalkan Lio yang tengah lahap menyantap makanannya.

♧◇♧◇♧

Pagi menyambut, Lynda sudah bersiap bertarung dengan alat dapur. Senyum nya terukir manis melihat begitu banyaknya bahan makanan yang ada dia dalam kulkas. Ia hanya bis amel8hat isi kulkas seperti ini milik temannya. Orang kaya memang beda!!!

Dengan senyum masih terpatri di wajah ayunya, Lynda membuat sarapan untuk Abang serta majikannya? Tidak masalah kan jika Lynda menganggap Elard sebagai majikannya ? Eh, memang seperti itu kan, ia memang bekerja dengan pemuda itu sekarang.

"Lu masak apaan?" Lynda terkejut, ia membalikkan badannya, ternyata Lio. "Masak apa aja yang enak."

Lio mendekat. Mengintip masakan yang sedang di buat adiknya itu. Baunya begitu harum. Dapur memang bidang Lynda.

HEAD Over HEELS [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang