Maap kalau banyak typo sama ga nyambung. Luv uuuu
====
"Gila kan, di detik terakhir Kak El bisa menang dong" Ujar Kim masih terkagum dengan apa yang ia lihat tadi
Ivana mengangguk setuju. Memang kakak tingkatnya itu sungguh berbakat dan memikat tentunya. "Gua juga—" ucapannya terhenti saat tanpa sengaja ia melihat dua orang yang baru saja keluar dari ruang kesehatan.
"Kenapa? Lu liatin apaan sih?" Tanya Kim mengikuti arah pandang Ivana
"Kak El." Gumang Inava
Kim terdiam dengan wajah bingung. "Maksudnya apa sih? Kalau ngomong jangan setengah-setengah dong. Bingung gua." Kesalnya
Ivana memutar bola matanya malas. Ia membenarkan letak kacamatanya sebelum menyeret Kim agar mengikutinya. "Ikutin aja nanti lu bakal tau."
"Ya pelan dong anjir." Protes Kim menyamakan langkah perempuan berkacamata itu
Keduanya berhenti saat kedua orang yang mereka ikuti berhenti di taman belakang sekolah. Kim membulatkan mulutnya tak percaya melihat pemandangan beberapa meter di depannya.
"Anjing! Ngapain mereka berdua di belakang sini?" Jeritnya tertahan
"Kayaknya ada sesuatu yang kita lewatkan tadi." Ujar Ivana menoleh ke arah Kim. "Gua lihat mereka keluar dari uks, berdua."
"Jangan-jangan mereka jadian? Soalnya belakangan ini mereka keliatan deket banget." Ujar Kim
"Emang iya?" Tanya Inava penasaran
Kim mengangguk. Ia menyentuh dagunya sembari berfikir beberapa kejadian belakangan tentang interaksi keduanya. Setelah kejadian itu keduanya sepertinya lebih dekat. Ia tak bisa seratus persen yakin tapi memang begitu keliatannya. Walau Lio tak ada cerita sedikit pun.
"Gua rasa begitu. Ah sialan, gua jadi penasaran deh. Gua mau nanya aja deh." Ujar Kim berjalan keluar dari persembunyiannya dan mendekat ke arah Lio.
Ivana menepuk dahinya pelan. "Punya patner begitu bisa hancur rencananya." Gumangnya mengikuti Kim
"WOI!!"
Lio terkejut bukan main. Ia menatap Kim dengan penuh rasa kesal. "Ngagetin lu bangsat! Ngapain lu kesini ?"
"Lu juga ngapain disini berduaan sama Kak El?" Tanya Kim
Lio melotot, ia menoleh ke arah perginya kakak tingkatnya itu. Ia sedikit lega Elard sudah pergi. Ia kembali menatap Kim. "Lu ngikutin gua ?"
"Engga cuma kepo aja." Balas Kim
Lio mendorong dahi Kim kesal. "Sama aja."
Ivana datang. "Lu juga ikutan buntutin gua?" Tanya Lio pada Ivana. Perempuan dengan kacamata itu tersenyum kaku. Dalam hati ia mengumpat pada Kim. Kalau bukan karena dia, mereka tak akan ketahuan.
Lio berdecak. "Ngapain ngikutin gua lu pada? Kaga ada kerjaan banget lu."
Kim menjentikkan jarinya. "Justru itu, kita punya tugas penting buat—"
Dengan segera Ivana menutup mulut ember Kim dan terkekeh kaku. "Ga usah perduliin dia. Kita tadi nyari lu karena ga balik ke kelas."
Kim melepaskan tangan Ivana dari mulutnya. "Apaan sih lu ah."
"Kita pamit dulu deh, Yo. Duluan ya!" Pamit Ivana menyeret Kim. Perempuan itu mengomel sembari memberontak.
"Mereka ga dengar kan?" Tanya Lio pada dirinya. Ia memegang dadanya dimana letak jantungnya yang berdegup kencang. Lio berjongkok, mengacak rambutnya kasar. "Sialan gua suka sama dia!"
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Teen FictionAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)