33. Selesai
Mulut Novan tak hentinya untuk bergumang takjub dengan pemandangan yang saat ini ia lihat. Deru ombak yang tenang serta semilir angin yang segar mampu menerbangkan helaian rambutnya membuatnya tak bisa berkata-kata. Tempat ini begitu tenang. Wah, mungkin lain kali ia akan mengajak Lio serta Kim untuk berkunjung.
Awalnya ia terkejut serta bertanya-tanya mengapa mereka membawanya menuju pantai. Memangnya apa yang akan mereka lakukan disini.
Indra tersenyum remeh. Pilihan mereka memang tepat untuk menggunakan Villa dekat pantai sebagai basecamp mereka. "Ga pernah liat pantai lu ya? Norak amat."
Novan melirik sekilas. "Udah lama gua ga ke pantai, ternyata seger juga ya." Sahutnya. Ia menatap Indra. "Ngomong-ngomong, kita ngapain kesini?"
"Disini biasa kita ngumpul." Balas Rain
"Dan lu beruntung bisa masuk kesini." Lanjut Indra
Mereka harus menaiki tangga yang terbuat dari batu agar sampai di villa. Novan tak berhenti berdecak kagum. Matanya di manjakan oleh arsitektur villa yang terkesan nyaman untuk di tempati, apalagi di gabungkan dengan pemandangan laut. Itu sangat keren.
"Kita tunggu Hoshi datang." Ucap Elard mengambil satu kaleng soda dari kulkas. Meneguknya dengan rakus. Dadanya bergemuruh saat mendengar jika Hoshi sudah menangkap pelakunya. Harus ia apakan orang itu agar jera. Dan apa modif di belakang sang pelaku? Apakah ia kenal dengan pelaku?
Sialan, ini membuatnya marah. Jika benar tebakan terakhirnya benar, ia pastikan orang itu mendapat balasan yang lebih.
Ceklek
Bruk
"Ishh aw sakit."
"Ini nih, dalangnya." Ucap Hoshi dengan urat leher tercetak. Menunjukkan bagaimana emosi lelaki itu
Mereka yang berada dalam ruangan begitu terkejut, saat tubuh kecil yang terlihat rapuh itu di lempar tanpa perasaan oleh Hoshi. Di sebelahnya, Randy tengah memegang lelaki yang di duga ikut bersekongkol.
"Wait, cewe?" Kaget Indra
"Kayla?"
Pemilik nama itu terisak dan mengucapkan permintaan maaf. "Maaf maafin gua."
Atmosfer disekitar berubah menjadi dingin saat Elard berjalan mendekat, masih dengan membawa kaleng sodanya. Ia menatap nyalang perempuan itu, lalu berjongkok menghimpit dagu Kayla dengan kedua jarinya.
"El, gua minta maaf. Gua hilang akal waktu itu." Ucapnya menjelaskan. Ia benar-benar takut dengan tatapan Elard. Dengan tatapan lelaki itu—tidak keberadaannya saja sudah membuatnya terintimidasi.
Mereka yang menonton tak berani untuk melerai. Mereka tau tabiat.
Kaleng soda di angkatnya dan menuangnya tepat di atas rambut indah Kayla. Tubuh perempuan itu bergetar dengan isak tangis.
"Gua minta maaf El."
"Apa motif lu sampai berani masukin obat itu? Gua memang ga bakal pukul perempuan, tapi orang lain bisa." Kata Elard dengan nada dalam
Sembari terisak, Kayla menjelaskannya. "Bukan lu targetnya. Itu gua lakuin buat jebak Rain."
"Rain? Apa hubungannya?" Kata Indra kepo
Kayla menatap Rain yang diam menatapnya tanpa ekspresi. Ia tersenyum getir. Lelaki itu tak akan pernah melihat kearahnya.
"Karena gua suka sama dia! Kalau dia ga nolak perjodohan itu gua ga mungkin ngelakuin ini." Kayla terisak
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Teen FictionAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)