minal aidin wal faizin semua🙏🏼🙏🏼
Enjoyy bes..
~~~~~~
34. Awal
Lio menatap rumah dua lantai itu dengan ragu. Ia dengan berat hati harus mengambil keputusan ini. Walau sebenarnya ia tak ingin, bagaimana pun juga kerja dengan Dominic itu enak. Kerjanya pun tak terlalu berat, ya kadang ia harus membantu Bi Asna tapi pekerjaan itu tak seberat ia kerja serabutan dulu. Mungkin keputusannya ini akan membuatnya menyesal.
Tenggelam dalam lamunannya, Lio tak sadar jika dirinya di panggil.
"Mas Lio?! Mas, ngapain bengong disitu, bukannya masuk?" Ucap Pak Rohim selaku satpam yang berjaga
Lio menggaruk kepalanya, "Oh heheh iya pak."
"Gimana kabarmu? Bapak dengar kamu sakit dan harus di rawat."
"Udah baikan saya Pak. Lagi kena musibah aja."
Bahu Lio di tepuk beberapa kali. "Jaga kesehatan kamu."
Lio tersenyum. "Iya pak. Kalau gitu saya masuk dulu ya mau ketemu Pak Dominic. "Pamit Lio
"Oh iya silahkan, beliau juga masih dirumah sekarang. "
Lio memilih bertemu Bi Asna terlebih dahulu. Rasanya gugup serta canggung jika langsung berhadapan dengan Dominic. Setidaknya ia bercakap santai terlebih dahulu guna menghilangkan kegugupannya.
"Tolong pindahkan lauk ini ke tempat bekal ya. Tuan ingin membawa bekal."
"Baik Mbak"
"Bi Asna?" Panggil Lio ragu
Sosok yang terpanggil pun segera menoleh. Matanya bersinar menatap Lio yang berdiri canggung di ambang pintu.
"Ya ampun Lio! Gimana kabarmu? Tidak ada masalah yang serius bukan?" Tanya Bi Asna dengan khawatir namun tak ayal jika ia senang dengan keadaan Lio yang lebih baik
"Ah, ya aku baik-baik aja ko Bi."
"Harusnya kamu istirahat lagi agar tubuhmu lebih fit." Ujar Bi Asna
"Sebenarnya aku kesini tuh mau mengundurkan diri." Kata Lio
"Loh kenapa? Kamu ga nyaman kerja disini?" Tanya Bi Asna
"Aduh, aku bingung Bi ngejelasinnya gimana. Yang pasti aku ga enak sama Pak Dominic karena sudah tidak kerja lama sekali. Aku malu aja. Apalagi aku takut kalau aku balik kerja kesini lagi, yang lain pasti ngerasa kalau aku seenaknya. "Jelas Lio.
Terkadang pemikiran seseorang itu tak bisa di tebak. Lio yakin jika ia di perbolehkan kembali bekerja dengan Dominic. Namun bagaimana dengan pekerja yang lain? Apakah mereka akan menerima atau malah menyerangnya? Mereka memang baik dengannya, tapi bagaimana dengan di belakangnya? Sebenarnya ia tak perduli dengan hal itu. Di tempat kerjanya dulu malah lebih parah. Tapi, ia tak ingin membuat kecangguggan di tempat kerja. Mengingat kebaikan dari Dominic rasanya ia tak pantas.
Bi Asna menghela nafanya. Ia mengangguk paham. "Hah, ya sudah jika itu keputusan mu. Bibi ga bisa berbuat apa-apa lagi. Bibi cuma mau bilang kalau sudah mendapat pekerjaan lain , kamu tetap mampir main kesini ya."
"Iya Bi. Pak Dominic nya ada kan?"
Bi Asna mengangguk. "Beliau ada di ruang tamu. Kamu kesana saja."
"Mau minum dulu?" Tawar Bi Asna
"Makasih Bi, tapi ga perlu. " Bi Asna tak memaksa. Ia hanya mengangguk. "Aku keruang tamu dulu ya Bi" pamitnya
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Novela JuvenilAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)