40

7.6K 509 27
                                        


¤¤¤¤¤

Lio sudah menyerah untuk mengikuti Kim. Ia memilih beristirahat karena sungguh tubuhnya mati rasa semua. Rasa pegal dan sakit di bagian pinggangnya tak bisa ia sembunyikan. Alhasil ia hanya duduk menunggu Kim selesai belanja. Bosan? Jelas sekali ia merasa bosan. Sedari tadi ia hanya melihat orang berlalu lalang dan sesekali bermain ponselnya.

"Sial pegel banget badan gua." Gumangnya

"Yo?"

Lio menoleh, ia sedikit terkejut melihat sosok yang telah memanggilnya. Yap, Novan dan kekasihnya.

"Loh kemari juga ?" Tanya Novan. "Kim mana ? Atau lu sendiri?" Lanjutnya

"Satu satu napa dah." Balas Lio.

"Sini sayang, duduk sini." Ucap Novan mempersilahkan kekasihnya. "Makasih." Balasnya dengan senyum lembut

*posisi duduk nya Lio-Novan-Denise

"Jadi ?" Tanya Novan

"Balik nugas Kim minta kesini. Tapi entah tuh anak di gondol om-om atau apa lama banget belanjanya. Capek gua mau ikutin dia. Ya udah gua makir disini aja kek orang dongo. " Jelas Lio

"Em kalau lama mending nunggu di restoran aja ga sih? Dari pada disini kan. Disana kita juga pesen makanan." Usul Denise

"Boleh juga tuh, gua laper dari tadi." Lio setuju

"Ya udah tuh anak kabarin aja biar nyusul nanti." Ucap Novan

Akhirnya Ketiganya memilih restoran terdekat dari tempat tadi, agar memudahkan juga untuk Kim mencari keberadaan mereka.

Disisi lain, kedua tangan Kim sudah di penuhi oleh kantung belanjaan. Senyum manisnya tak luntur menandakan kepuasannya. Ia tak perlu berpikir untuk masalah keuangan, jelas ia sudah terjamin kan. untuk apa jika tak ia gunakan uang uang yang di berikan Maminya.

"Waw asik banget gua udah dapat barang barang yang gua mau. Masih ada lagi sih, tapi tangan gua ga muat buat bawanya. Si Anjir di suruh ikut malah kecapean. Cupu banget." Gumang Kim

Ting

Ponselnya berdering. "Lio kali ya yang chat." Kim berusaha mengambil ponselnya di dalam tas namun karena barang belanjaan ia sedikit kesusahan. Saat ingin menaruh tas belanjaannya ia tanpa sengaja menabrak seseorang didepannya.

"Aduh" Kim terduduk di atas dinginnya lantai dengan barang bawaan nya yang berserakan. Ia mengumpat dalam hati

"Sorry gua ga sengaja. " Ucap orang yang di tabraknya

"Gapapa, gua juga minta ma-loh Randy ?" Ucap Kim

"Lah ternyata lu Kim. Sini ayo berdiri, gua bantu." Kata Randy. "Sorry banget loh ya tadi gua ga sengaja. "

"Okey ga masalah, gua tadi juga salah kok. Lu sendiri?" Tanyanya

Randy menjawab, "Iya sendiri gua. Lah lu ?"

"Bareng Lio. Tapi tu anak ga ngikut, cuma nunggu. Ini gua mau kesana , lu mau gabung?" Kata Kim

"Ini bukan alesan lu buat gua bawain belanjaan lu kan?" Kim menampilkan deretan giginya. "Kok tau sih, ketahuan deh. Lagian bantuin napa dah. Toh lu juga udah lama ga nongkrong bareng kita semenjak lu beda kelas." Jelas Kim

"Ya udah deh, gua gabut juga hari ini." Randy mengambil beberapa belanjaan Kim. "Mau kemana kita ?"

"Eh iya gua cek hp gua dulu, sapa tau si Lio chat." Kim mengambil ponselnya dan ya, Lio mengirimkan keberadaannya dan menjelaskan jika ia bertemu dengan Novan

HEAD Over HEELS [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang