31

10.5K 665 10
                                        

Maaf kalo banyak typo
Dan aku pengen up sekarang hohoho

.

Lio menarik tudung hoodie nya saat melewati koridor yang penuh dengan siswa. Padahal ia sudah berangkat pagi namun tetap saja koridor sudah penuh dengan siswa rajin. Ia segera mempercepat langkahnya saat menyadari jika tatapan mereka mengarah padanya.

Sesampainya di kelas, ia langsung duduk dibangkunya. Mengabaikan pertanyaan dari teman kelasnya.

Lio menelungkupkan kepalanya di atas meja. Kedua telinga di sumpal oleh earphone miliknya supaya meredakan rasa panik yang tiba-tiba menyerangnya. Bangkunya pun sudah di penuhi oleh siswa yang begitu ingin tahu tentangnya.

Sebenarnya, ia masih belum berani untuk bertemu orang lain. Namun, karena perkataan Elard yang menusuk membuatnya nekat untuk masuk sekolah. Dan, Lynda tak berhentinya bertanya apakah ia yakin untuk pergi.

"Minggir lu semua!!" Teriakan itu membuat mereka menyingkir secara perlahan. Membiarkan Kimberly lewat.

"Bubar lu semua! Pada kepo lu. Hus hus sana!" Usir nya yang mendapatkan respon sorakan dari yang lain

"Apa lu, mau berantem? Sini one by one!" Ucap Kim sudah bersiap dengan melipat lengan seragam nya

Kim memusatkan perhatiannya pada Lio. Ia menarik bangku dari siswa lain dan mendekatkannya pada bangku Lio. Dengan ragu perempuan itu menyentuh pundak Lio.

"Yo?" Panggil Kim sembari mengguncang pelan tubuh Lio. Nampaknya karena sentuhan Kim berhasil membuat Lio terkejut. Dahi lelaki itu mengerut tidak nyaman.

"Sorry ngagetin."

Lio hanya mengangguk. Lelaki itu menurunkan volume musiknya.

"Lu baik-baik aja kan?"

Lio mengangguk

"Lu yakin? Kalo masih sakit mending di uks aja deh. " Kata Kim khawatir

"Gua gapapa. Butuh istirahat sedikit lagi." Balasnya

Kelas sudah dipenuhi siswa dan diikuti oleh masuknya guru pengampu pelajaran pertama. Tak lupa memanggil satu per satu memastikan kehadiran sang siswa.

"Adelio Pradeepa?"

"Hadir Mis."

"Oh bagus, kamu sudah berangkat. " Ms. Eve membenarkan letak kacamatanya. "Baiklah, mari kita mulai belajar nya. Silahkan buka buku paket kalian hlm 145."

♡♡♡

"Ngapain pada diem? Tadi ramai sebelum gua datang." Ucap Elard duduk disalah satu sofa

Hoshi dan Indra saling tatap satu sama lain. Mengode jika salah satu dari mereka harus ngomong.

Rain menatap keduanya bingung. "Lo pada ngapain saling melotot? Mata lu pada mau jatuh noh." Ujarnya

"Itu, tadi gua ga sengaja denger dari anak di kantin. Kalau, kalau si Lio udah berangkat." Jelas Indra menatap reaksi yang di keluarkan Elard.

Tangan Elard mengambang di udara. Penjelasan Indra cukup membuatnya terkejut. Ia mengampit satu batang rokok di bibirnya dan segera menyalakan pematiknya. Ternyata ucapannya memberi pengaruh pada lelaki itu.

"Gua mau kasus ini segera selesai. Gimana pun caranya." Ujarnya

"Pasti."

Indra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ngomong-ngomong enak ga sih main sama si—ADUH SAKIT BANGSAT!"

HEAD Over HEELS [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang