Selamat membaca
Maap banyak typo
♤♤♤
Musik berhenti saat perempuan dengan dress berwarna merah darah itu menaiki panggung kecil yang sengaja di buat. Ia tersenyum manis sebelum mengangkat mic untuk menyambut para tamu yang telah datang.
"Attention guys. Thanks for to night sudah mau datang ke pesta aku. Aku bakal tiap lilin sebelum kalian bisa bebas nikmati pesta yang ku buat. Semoga kalian enjoy guys. " Ucap Elisa di akhiri senyuman dan disambut tepuk tangan meriah
Setelah Elisa tiup lilin, musik yang memekakkan telinga itu kembali di bunyikan. Para tamu undangan kembali dengan bebas menikmati kegiatan mereka masing-masing. Banyak ucapan selamat yang ia terima, yang di balas dengan senyum sekenanya.
Elisa berjalan anggun mendekat ke arah gerombolan lelaki yang menjadi sorotan malam ini. Di tangannya terdapat sepiring kue. Tak lupa diikuti kedua sahabatnya yang setia menemaninya.
"Hai El." Sapanya dengan manis
"Hai Lis, selamat ulang tahun ya." Ujar Indra di susul yang lainnya
"Happy birtday" Ucap Hoshi
"Selamat ya Kak." Ucap Randy
"HBD." Ucap Rain
"Thanks ya kalian udah mau ikut ramein pestanya. " Kata Elisa
"Pasti dong. Lu keren berani banget." Ujar Hoshi
Elisa tertawa pelan. "Ya begitulah." Ia menatap Elard yang hanya diam dengan kedua jarinya menghimpit rokok. Tampak tenang. "Oh ya, gua bawa kue buat lu El." Kata Elisa menunjukkan dengan terang terangan jika ia tertarik dengan lelaki itu
"Cie cie"
"Ekhem kita sekampung tapi yang di bawain kue cuma si El ya."
"Aduh keselek biji duren."
"Serasa acara milik berdua."
Elard menaikkan sebelah alisnya. "Oh thanks, lu bisa taro di meja."
Elisa tak ingin menarik perhatian orang di sekitarnya. Ia undur diri melihat reaksi heboh dari teman teman Elard. "Okey gua harus pergi buat nyambung yang lain. I hope you enjoy. See you guys. "
"Dia dengan terang-terangan nunjukin perasaannya ke lu? how about you?" Tanya Rain meneguk minumannya
Elard melirik sekilas lalu mendengus kesal. "Nothing."
Rain terkekeh mendengarnya. Elard masih tetap sama. Keras di luar dan dalam. Ia sedikit penasaran siapa yang berhasil membuat manusia batu itu berubah. Dalam artian, membuat lelaki itu jatuh cinta.
"Gua penasaran siapa orang yang bakal bikin lu bucin." Rain tertawa atas ucapannya sendiri. Ia tak bisa membayangkan orang sekaku Elard menjadi budak cinta. Pasti menggelikan.
Elard mendengus. "Fuck off"umpatnya lalu meneguk gelas berisi cairan berwarna kuning itu dengan sekali tegak
□□♡□□
Disisi lain, Lio menyesal tidak tapi sangat menyesal mengiyakan ajakan kedua sahabatnya. Ia terganggu dengan ramai dan suara bising yang memekakkan telinganya. Harusnya ia di rumah saja, tidur dengan nyenyak.
Ia menatap Kim dan Novan yang berbincang dan bercanda dengan yang lainnya. Sesekali ia juga ikut menimpali sekenanya. Lio itu anak nolep. Jika di hadapkan oleh situasi seperti sekarang membuatnya tak nyaman. Baru kali ini ia mengikuti acara pesta, tidak lebih tepatnya dugem. Walau, Lio tak tau bentukan asli dugem tuh seperti apa.
"Gua pergi dulu ya, nyari udara seger." Pamit Lio pada Novan
"Mau kemana ?" Tanyanya
"Ga tau yang penting ga di sini." Balas Lio mulai beranjak dari duduknya
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Genç KurguAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)