"Lu pada nonton apaan sih? " Tanya Kim baru saja datang ke kelas, menatap teman kelasnya yang tengah berkumpul di depan kelas menatap Smart Board dengan sesama dan beberapa kali ia dengar juga perdebatan.
"Lah lu ga tau apa gimana? Pertandingan Kak El kan di siarin di tv nasional walau bukan siaran langsung. " Ujar teman kelasnya
Wajah Kim terkejut. "Yang bener lu?"
"Iya, ini kita lagi nunggu acaranya mulai lagi. Dari tadi iklan mulu." Kata Ivana
Kim menarik lengan Lio serta Novan dengan semangat untuk bergabung dengan teman kelas lainnya. Duduk di sebelah Ivana "Nah kita ikut nonton aja."
"Kita ?" Ucap Lio dan Novan bersamaan. Kim mengangguk semangat. Jika tahu pertandingan di siarkan di tv, Kim tak ingin berangkat sekolah.
"Ogah!" Lagi, kedua lelaki itu menjawab bersama.
"Nurut deh, lagian jamkos juga. Ini tuh memberi dukungan buat sekolah kita. Bener ga guys?"
"BENAR!!" Kim tersenyum kemenangan. Mau tak mau keduanya ikut duduk dan menyaksikan pertandingan
Siaran pun akhirnya mulai. Keadaan kelas begitu tegang saat El serta lawannya beradu di sana. Setiap salah satu dari mereka mendapatkan point, penjuru kelas bersorak. Sangat berisik.
Diam diam, Lio juga memperhatikan layar didepannya itu dengan seksama. Yang menampilkan sosok yang hampir sempurna itu. Wajah tampan, ekonomi tak perlu di ragukan, lalu segudang bakat yang dia punya. Bukankah itu nyaris sempurna? Sesekali ia ikut meringis saat Elard mendapat pukulan dari sang lawan.
Elard terlihat serius di dalam layar televisi, berbeda jika bertemu dengannya maupun teman-temannya, penuh ekspresi. Sedangkan sekarang, Elard menampilkan raut wajah yang mampu membuat siapa saja terpesona dengan ketampanan lelaki itu.
Mereka semua bersorak saat Elard berhasil mendapatkan point. Elard berhasil mencetak point dengan baik. Tendangan lelaki itu begitu akurat. Begitu pun para penonton di sana menyorakan nama Elard berkali-kali.
'Lu pasti bisa!'
"Gua ke toilet dulu deh" Pamit Lio
"Eh ya udah nanti balik kesini. Lagi seru ini pertandingannya." Ucap Kim sedikit keras karena suara berisik dari sorakan teman sekelas.
"Iya." Balas Lio
Selepas Lio pergi. Pertandingan mulai menegangkan saat tubuh Elard terjatuh dan memegangi rusuk nya. Suara peluit di tiup untuk menghentikan pertandingan. Sorak dari penonton begitu gemuruh. Wasit mengatakan jika Danu-lawan Elard tak sengaja menggunakan lututnya karena jarak antara keduanya terlalu dekat dan tendangan yang di layangkan Danu sangat cepat hingga tak terlalu terlihat dengan jelas.
"Woi curang itu anjir. Mana boleh pake lutut!"
"Pelanggaran tapi ga ngelanggar. Soalnya Elard posisinya udah di luar garis."
"Asu banget tu orang!"
"Yee main curang."
"Muka sok ganteng anjir!"
"Gada hubungannya sama muka kocak!"
Danu hanya mendapat peringatan kecil dari wasit. Namun untuk keadaan Elard masih belum jelas. Karena itu tergantung Elard masih mampu untuk melanjutkan pertandingan atau tidak.
Disisi lain Lio berjalan menuju ke toilet. Itu hanya alasan semata. Hanya saja ia begitu tegang sekaligus ngilu menonton pertandingan Elard. Jadi ia lebih memilih untuk kabur. Saat melewati ruang ketua osis, Lio berhenti melangkah. Ia menatap sekitar yang sepi. Lalu dari mana suara yang ia dengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAD Over HEELS [BL]
Teen FictionAdelio itu cowok yang pekerja keras. Sangking bekerja kerasnya dia sampai di kejar-kejar rentenir. Bukan dia yang utang tapi kedua orang tuanya. Akibatnya, dia harus menanggung semua hutang kedua orang tuanya yang telah meninggal. Sekolah-kerja-pul...
![HEAD Over HEELS [BL]](https://img.wattpad.com/cover/342704312-64-k128190.jpg)