41

5.7K 454 20
                                        

Sudah dua hari, Lio menghindar dari lelaki yang sialnya satu rumah dengannya. Tidak, dia yang kerja dengannya. Karena belakangan ini jika ia berpapasan dengan Elard, ia merasa gugup entah kenapa. Padahal biasanya tak ada masalah apapun jika mereka berpapasan. Namun kali ini berbeda. Sangat tidak mencerminkan seorang Lio itu sendiri. Sebisa mungkin ia menghindar dengan alasan yang terkadang tak masuk akal.

Bahkan, saat di sekolah pun begitu. Ia sebisa mungkin meminimalkan pertemuan antara mereka. Entah itu di koridor maupun di kantin, Lio terus saja menghindar.

Seperti sekarang, makan malam akan dimulai tapi Lio membuat alasan ingin berbelanja isi kulkas yang habis. Padahal biasanya ia dan Lynda yang berbelanja. Tapi, Lio memaksa agar dirinya saja yang berbelanja sedangkan Lynda lebih baik tinggal di apartemen dan makan malam bersama Elard.

"Gua sebenarnya kenapa sih!" Kesal Lio mengusak rambutnya acak. Dia tak mengerti dengan apa yang ia rasakan sekarang. Namun, ini sangat mengganggunya.

Ia mulai teringat kembali percakapan Kim dan Ivana di kelas tadi. Kedua perempuan itu-entah bagaimana bisa menjadi berteman. Di lihat dulu keduanya tidak begitu dekat, mengapa sekarang keduanya begitu lengket satu sama lain.

Flashback

Keduanya membahas sesuatu entah apalah itu hingga membuat kedua perempuan itu menjerit histeris. Bahkan wajah Kim berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus. Lio penasaran, saat di tanya keduanya saling pandang lalu berbisik. Itu membuat Lio tak nyaman. Sebab, keduanya beberapa kali menatap dirinya yang tengah mengobrol dengan Novan lalu kembali fokus pada novel yang di pegangnya.

Lio risih!

"Lu pada ngapain sih natap gua mulu? Gua colok mata lu pada pake bolpoin mau hah?" Sewot Lio

"Dih apaan banget si lu, emang ga boleh lihat? Orang kita punya mata." Ucap Kim

Lio memutar bola matanya malas. "Tapi tingkah lu bikin gua risih Kim. Baca novel mah baca aja anjing."

"Suka suka gua lah." Ucap Kim

"Ga bakal selesai kalau lu ngurusin mereka." Sahut Novan. "Mereka gila." Lanjutnya. Ia tahu apa yang keduanya baca itu. Dan jelas Novan shok melihat deretan huruf yang membuatnya trauma itu. Waktu ia tak sengaja membacanya, dan Novan berjanji tak ingin menyentuh barang itu lagi. Bulu kuduknya merinding jika mengingatnya.

"Emang pada stres mereka." Kata Lio

Kim mendengarkan tanpa ingin menjawab. Ia menatap Ivana yang berbinar menunggu ceritanya.

"Lu serius?" Tanya Ivana

Kim mengangguk dengan semangat. "Dan karena lu gua baru tau kalau keduanya punya chemistry sendiri." Ucapnya

"Terus gimana jadinya?"

"Gua naik kapal mereka aja deh. Lucu lucu bangsat gimana gitu soalnya." Kim tertawa ngakak. "Lu juga harus ikut kapal ini."

Ivana tersenyum. "Kapan lagi coba ye kan." Dan keduanya tertawa terbahak

"Akhh ganggu aja anjing. Udahlah mending gua belanja abis itu pulang terus makan." Yap, karena terlalu takut ketemu Elard, Lio melupakan makan malamnya.

°°¤_<°°


Elard menuruni anak tangga dengan tas ransel di pundaknya. Ia menoleh kanan kirinya merasa tak melihat sosok yang entah kenapa malah menjadi gaib aka ia tak melihat anak itu di sekitarnya.

"Lio kemana?"

Lynda menoleh, "oh itu kak, Abang belanja bulanan."

"Tumben lu ga ikut?" Tanyanya heran

HEAD Over HEELS [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang