32

10.4K 653 18
                                        

"Gua mau ngomong sama lo Pan." Kim keluar dari ruang inap Lio diikuti Novan

"Mau ngomong apa?" Tanya Novan

"Tadi, waktu gua di kantin Kak Rain nyamperin gua. " Kim menunggu respon Novan

"Dia nyari gara-gara sama lu ?"

Kim menggeleng. "Nanti malam dia ngajak kita buat bongkar semuanya."

"Emang udah tahu siapa pelakunya?" Tanya Novan

"Gua juga belum tahu, tadi Kak Rain cuma bilang gitu doang. Tapi sekarang kan, Lio lagi sakit gini. Ga mungkin dong kalau kita ninggalin dia sama Lynda aja." Kata Kim

Novan menghela nafasnya. "Kenapa jadi rumit gini sih. Ya udah lu disini aja nungguin Lio biar gua yang kesana."

Kim mengeluarkan ponselnya yang berbunyi. "Kak Rain." Ucapnya

Novan melirik sekilas. "Angkat aja."

"Halo kak? Kenapa ya?"

'Sekarang lo dimana?'

Kim menatap Novan, lelaki itu paham mengangguk. "Lagi di rumah sakit kak. Lio sekarang lagi di rawat."

Kim menjauhkan ponselnya, memeriksa apakah masih tersambung oleh panggilan. Karena, tak ada suara dari seberang sana.

Masih tersambung. Tapi mengapa tak ada jawaban dari seberang sana.

"Halo kak?"

'Rumah sakit mana?'

"Dekat sekolah kak."

'Oke, kita kesana.'

"Iya kak."  Kemudian sambungan telepon putus.

"Mereka mau kesini." Ucap Kim

Mendengar suara langkah lari, keduanya mengalihkan pandangannya. Disana, Lynda berlari menghampiri mereka.

"Keadaan Bang Lio gimana kak?" Tanya Lynda mencoba mengatur nafasnya. Ia sangat khawatir dengan Lio. Ia tak bisa memikirkan apapun selain keadaan Lio.

"Lo tenang aja. Dia udah di tangani dokter. Sekarang dia lagi istirahat." Ucap Kim menenangkan. "Kalau mau masuk, masuk aja. Kita diluar aja."

"Makasih kak." Lynda segera masuk dalam ruangan

Disisi lain, Rain dan Indra saling menatap satu sama lain sebelum mengalihkan pandangan mereka ke arah Elard.

Elard yang merasa di awasi segera menatap keduanya. Alisnya terangkat satu, seolah bertanya mengapa mereka menatapnya seperti itu.

"Gimana ?" Tanya Indra

"Kasih tau aja lah." Balas Rain

"Ya udah lu aja yang ngomong, gua kaga berani co. Lu kaga liat aura dia mau makan orang?" Kata Indra

Rain menghela nafasnya. "El?" Elard hanya berdeham. "Lio masuk rumah sakit. Gua sama indra mau kesana. Lu ga mungkin ga ikut kan?" Lanjutnya

Elard menghentikan petikan gitarnya. Menatap Rain lama. "Harus gua ikut?"

"Menurut lu?" Tanya Rain balik

Elard mendengus kasar. Ia segera bangkit dan mengambil jaketnya. "Cepetan. Gua gada waktu."

"Ini juga buat lu anjing." Sewot Rain

"Gua kabarin si bangsat dulu deh." Kata Indra segera menelfon Hoshi untuk menyusul

•°°○○°°••

"Serius nih kita di giniin?" Gumang Hoshi menatap kedua tangan dan Randy penuh dengan kantong belanja. Mereka mendapat tugas untuk pergi membeli makanan.

HEAD Over HEELS [BL]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang