bnyk typo
🌹
****
Malam sudah larut ketika Alvaro membuka pintu apartemennya dengan pelan. Nata sudah tertidur pulas di tempat tidur. Selimut menutupi tubuhnya, dan wajahnya terlihat begitu tenang. Namun, saat Alvaro masuk ke kamar untuk mengambil sesuatu dan menyalakan lampu, Nata terbangun.
Dengan mata masih setengah tertutup, dia bergumam, "Tumben jam segini baru balik, Al."Alvaro sedikit terkejut karena membangunkannya. "Maaf, gue nggak sengaja bangunin lo. Ada yang gue urus tadi," jawabnya singkat sambil mematikan lampu lagi, membiarkan hanya lampu redup dari ruang tamu yang menyinari ruangan.
Nata menguap kecil, lalu menatapnya dengan rasa penasaran. "Urusan apa?"
"Nanti gue ceritain besok pagi. Sekarang lo tidur"
Nata mengangguk pelan, membalikkan badan untuk kembali tidur. "Oke, jangan lupa istirahat juga, Al. susu lo udah di bikin, gue taro di kulkas, kalau mau yang panas bikin sendiri "
Alvaro mengangguk, dan keluar kamar mengambil susunya menutup pintu kamar dengan pelan. pikirannya terus dipenuhi oleh pembicaraan dengan ayahnya tadi dan apa yang akan dia lakukan besok mempertemukan Nata dengan papanya.
Paginya saat Nata keluar dari kamar dengan rambut yang masih berantakan, dia mendapati Alvaro sudah duduk di meja makan sambil menyeruput kopi.
"Lo udah bangun pagi-pagi begini? Tumben," kata Nata sambil mengambil segelas air.Alvaro tersenyum kecil. " duduk sini Ada sesuatu yang penting gue omongin."
Nata duduk di depannya, alisnya terangkat. "Apa?"
"temani gue ke rumah, papa gue mau ketemu lo, dia baru tau kalau lo gue ajak tinggal bareng"
Nata langsung tersedak air yang diminumnya. "Apa?! Kenapa tiba-tiba, Al?"
"Supaya papa gue kenal lo, Nat."
Nata terdiam, ekspresinya bercampur antara panik dan bingung. "Tapi gue harus gimana? Gue nggak pernah ketemu bokap lo sebelumnya. Mana nggak ada persiapan"
“cukup jawab jujur apa yang bokap gue tanya, tenang aja ada gue di samping. Boleh kan?” tanya alvaro
Meski masih merasa gugup, Nata akhirnya mengangguk pelan.
~
Mobil Alvaro melaju mulus menuju rumah keluarganya. Nata duduk di sampingnya, sesekali melirik keluar jendela sambil menggenggam tangannya. Hatinya berdebar tak karuan, bukan hanya karena ia akan bertemu orang tua Alvaro, tapi juga karena ia tidak tahu apa yang akan terjadi.
Saat mobil mulai memasuki gerbang tinggi yang terbuka otomatis, mata Nata membulat. "Ini... rumah lo?" tanyanya dengan nada setengah tak percaya.
Alvaro meliriknya sekilas, “hm”
Nata menatap bangunan besar di depan mereka. Rumah itu lebih mirip istana dengan pilar-pilar tinggi, taman yang terawat sempurna, air mancur besar di depan pintu utama, dan deretan mobil mewah di garasi samping. "Lo bercanda, kan? Gue pikir lo cuma orang berkecukupan... ternyata lo kaya raya!"
Alvaro tertawa kecil sambil memarkir mobilnya. "biasa aja"
Nata masih ternganga, menatap rumah itu tanpa berkedip. "Pantesan lo nggak pernah mikir dua kali buat bantu gue. nggak nyangka, Al."
Alvaro turun dari mobil dan membuka pintu untuk Nata. "Udah, nggak usah dibesar-besarin. Ayo masuk."
Dengan ragu, Nata melangkah ke dalam rumah. Dia disambut oleh interior yang tak kalah mewah lantai marmer mengilap, chandelier besar menggantung di langit-langit, dan sejumlah maid yang langsung menyambut Alvaro dengan hormat.
"selamat pagi tuan muda"

KAMU SEDANG MEMBACA
Alnata
General FictionAlvaro yang dingin pada semua orang di temukan dengan nata yang mampu merubah dirinya, dimana mereka berdua bertemu di suatu club malam. LAPAK BXB HOMOPOBIC MINGGIR❗ **** cerita fiksi bnyk typo