alnata 13

1.1K 63 2
                                    

bnyk typo

🌹

****
Alvaro memasuki ruang meeting kecil di lantai sepuluh, dimana brayan dan Daniel sudah menunggunya. Brayan sedang mengetik di laptopnya, sementara Daniel sibuk menggulir layar ponselnya, tanpak santai seperti biasa.

Begitu alvaro masuk, Daniel langsung mengangkat kepala dengan senyum lebar. “eh, bos besar akhirnya datang juga”

Brayan menutup laptopnya sambil menatap alvaro yang baru saja masuk “wihh cerah amat tuh muka, mentang-mentang udah segedung sama nata” ledek brayan

Alvaro menarik kursi dan duduk tanpa menangapi ledekan kedua temannya “nanti malam bakal sekamar? Mending nikah aja var”

“bacot. Ada masalah apa?” tanya alvaro pada kedua temannya

Mendapatkan pertanyaan dari alvaro keduannya langsung Kembali fokus, brayan mulai bersuara tentang kendala yang mereka alami “bagian pemasarann udah selesai ekspansi, tapia da tantangan. Persaingan di Lokasi yang kita incar makin ketat, beberapa competitor mulai buka pasar di sana”

Daniel menyambung dengan nada lebih santai, tapi tetap serius “kalau dari sisi resiko, kita aman, tapi investasi awal bisa lebih besar dari yang kita rencanain kalau mau tetap kompetitif. Gue udah hitung ulang angkanya dan ada beberapa strategi alternatif.”

Alvaro mengangguk, dan menganalisis dengan cepat “brayan, pastiin tim lo fokus untuk diferensiasi produk. Dan buat Daniel, lo priotitaskan investasi yang punya dampak jangka Panjang. Kita ngga perlu buang uang buat saingan langsung kalau ada opsi lain”

Brayan mencatat di nootepadnya “oke, gue ngerti”

“oke paham pak bos” ujar Daniel
Setelah mereka selesai diskusi,

alvaro menghubingi sekertarisnya “halo, davin, keruang meeting sekarang ada yang mau saya bicarakan”

baik pak” jawab davin di Seberang sana

Tidak lama, davin masuk dengan membawa tablet kerjanya “ada yang perlu saya kerjakan, pak?”

Alvaro memberikan data-data nata ke sekertarisnya “kamu urus pendaftaran kuliah dia, pastikan dia Kembali terdaftar di kampus lamanya, jurusan seni, usahakan prosesnya selesai sebelum semester baru di mulai”

“baik pak, itu saja atau ada tambahan yang harus di siapkan”

“itu saja”

Davin mengangguk “baik pak, kalau begitu saya permisi dulu”

Brayan yang sejak tadi memperhatikan alvaro, bersandar sambil tersenyum “pak bos gue bucin bangat”

Daniel menyambung dengan nada bercanda “var, gue mau ketemu nata boleh ngga?”

Alvaro melirik Daniel “buat?” tanyanya

“mau liat dia aja, gue sama brayan belum ketemu dia samsek loh” kata Daniel, karena memang sejak membantu alvaro mereka berdua belum pernah melihatnya secara langsunng.

“nanti”

“atau kita ngedate bareng aja gimana? Mumpung udah ngga sendiri alvaro” saran brayan yang sedari tadi melihat alvaro dan Daniel

Daniel mengangguk dengan semangat “setujuh!”

“gue belum ada hubungan apa-apa sama nata” ujar alvaro pelan memfokuskan dirinya pada hp

“yah makanya cepattt”

“hm”

Alvaro melihat hpnya yang berbunyi, ada beberapa pesan dari nata.

AlnataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang